BETANEWS.ID, JEPARA – Konser Intim Maestro yang digelar dalam momen Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) menghadirkan sosok maestro kesenian Kentrung Jepara, Mbah Parmo, pada Selasa (29/10/2024) malam di halaman Radio Kartini Jepara.
Diiringi cucunya, Arif Suparman, Mbah Parmo tampil menghibur puluhan masyarakat yang hadir dalam acara tersebut. Sebelum pertunjukan dimulai, Mbah Parmo berpesan pentingnya tradisi tersebut bagi masyarakat, terutama generasi penerus. Ia mengungkapkan bahwa kesenian Kentrung telah mengakar dalam ingatan masyarakat.
Baca Juga: Sortir Lipat Surat Suara Pilkada Jepara Ditarget Selesai Tiga Hari
“Ketika kami tidak menampilkan kentrung selama pandemi Covid-19, banyak yang menanyakan,” katanya.
Ia juga bercerita, bahwa cucunya yaitu Arif, awalnya hanya menemani ia berlatih kentrung. Namun, kini cucunya tersebut justru menjadi pemain andalan.
Sementara itu, Rama Thaharani, perwakilan jejaring produser pertunjukan Indonesia dari Jakarta mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk melestarikan budaya yang tidak sekedar menampilkan budaya tersebut, tetapi juga memunculkan interaksi dengan masyarakat.
“Seni Kentrung Jepara yang menyatukan seni tutur dan musik, ini menjadi warisan budaya yang perlu dijaga. Harapannya, seni kentrung bisa terus berinteraksi dengan masyarakat, orang-orang baru dan dengan zamannya,” katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa kegiatan tersebut memiliki cara tersendiri untuk terus melestarikan sebuah budaya. Dimana para seniman dari berbagai lintas disiplin diundang untuk berkarya bersama.
Melalui interaksi tersebut diharapkan mampu menciptakan ruang berbagi pengalaman dan gagasan, yang bisa membuka perspektif baru dalam kegiatan budaya.
Baca Juga: Kunjungan Wisatawan Mancanegara Karimunjawa Naik 115 Persen
“Dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki masing-masing, maka harapannya para seniman ini bisa bertukar pengalaman dan menemukan ide-ide baru,” ujarnya.
Sebagai informasi, pada tahun 2023, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara berhasil mengusulkan Kentrung Jepara sebagai Warisan Budaya Tak Benda kepada Kemendikbud. Melansir dari laman kemdikbud, Kentrung Jepara terdaftar dengan nomor SK 315/M/2023, dengan domain kemahiran dan kerajinan tradisional.
Editor: Haikal Rosyada

