Petani Undaan Tanam Padi Lebih Awal untuk Hindari Gagal Panen

BETANEWS.ID, KUDUS – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus mendorong petani Kecamatan Undaan menanam padi lebih awal untuk menghindari gagal panen. Salah satu upayanya adalah pompanisasi air.

Kabid Pertanian pada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Agus Setiawan, mengatakan, air irigasi baru akan mengalir ke lahan pertanian Kecamatan Undaan, pada 15 Oktober. Menurutnya, jika menunggu maka masa tanam (MT) 1 di beberapa desa akan molor.

“Terutama di lahan pertanian di Desa Karangrowo. Oleh karena itu, kami dorong percepatan tanam dengan menggunakan pompanisasi,” ujar Agus di lahan pertanian, Desa Karangrowo, Selasa (8/10/2024).

-Advertisement-

Baca juga: Dorong Petani Tanam Padi pada Oktober, Kementan Sebar Bibit Gratis

Agus memebeberkan, pompanisasi dilakukan di lahan pertanian Desa Kutuk, sebagian Undaan Kidul, sebagian Undaan Lor, Karangrowo, dan Ngemplak.

“Totalnya kurang lebih ada 1.500 hektare sawah. Sementara air yang dimanfaatkan untuk pompanisasi adalah genangan air di Sungai Juwana,” bebernya.

Dia menuturkan, tujuan dari pompanisasi ini agar nanti tanam padinya bisa serempak. Sebab, lahan-lahan yang dilakukan pompanisasi, selain dekat dengan jaringan sungai pembuangan juga jauh dari aliran sungai irigasi.

“Kalau menunggu aliran air dari Waduk Kedungombo tentu lama. Tanamnya akan molor, dan tentunya panen akan molor juga,” ungkapnya.

Baca juga: Untungkan Petani, DPRD Kudus Sambut Baik Program Tanam Padi di Oktober

Ketika dilakukan pompanisasi, tuturnya, setidaknya para petani bisa membuat penyemaiannya. Sehingga ketika air irigasi dari Waduk Kedungombo dirilis, maka petani sudah bisa langsung menanam.

Dengan bisa menanam padi di Oktober 2024, maksimal Januari 2024 para petani sudah bisa panen. Hal itu memungkinkan para petani terhindar dari gagal panen akibat banjir.

“Sebab, sesuai perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa puncak musim Penghujan akan terjadi Februari 2024. Ketika para petani bisa panen lebih awal, maka akan terhindar dari puncak musim penghujan yang biasanya mengakibatkan banjir,” jelasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER