BETANEWS.ID, PATI – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pati nomor urut 03, Budiyono-Novi Eko Yulianto menanyakan komitmen dari paslon nomor urut 01, yaitu Sudewo-Risma Ardhi Chandra, terkait dengan korupsi.
Budiyono memberikan gambaran, bahwa keberhasilan suatu daerah akan terlihat, apabila tidak ada yang merugikan masyarakat.
“Untuk itulah, bagaimana saudara meyakinkan kami dan masyarakat Kabupaten Pati, untuk Pati ini bebas korupsi. Untuk Pati bebas pungli, yang itu merugikan masyarakat. Sehingga Kabupaten Pati menjadi baik dan sejahtera,” tanya Budiyono kepada paslon 01 saat Debat Publik Perdana Calon Bupati dan Wakil Bupati Pati di Gedung DPRD Pati, Rabu (30/10/2024).
Baca juga: Debat Perdana: Inilah Program Unggulan 3 Calon Bupati dan Wakil Bupati Pati
Menanggapi pertanyaan tersebut, paslon nomor urut 01 langsung merespon. Sudewo nantinya akan menjalankan pemerintah yang bersih. Hal ini dalam rangka, supaya aparatur pemerintah memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada masyarakat Kabupaten Pati.
“Tidak boleh ada pungli. Menjalankan pemerintahan yang bersih, dalam memposisikan pejabat tentu yang kompetensi berdasarkan kemampuan. Gak ada jual beli jabatan, tidak ada jual beli pegawai honorer,” ungkapnya.
Sudewo pada kesempatan itu juga menyinggung terkait dengan pengisian perangkat desa untuk kembali kepada kepala desa. Sebab, ia menyebut, bahwa berdasarkan undang-undang pengisian perangkat desa tidak boleh diambil oleh kabupaten.
Pihaknya mengaku berkomitmen, bahwa dalam pelaksanaan pengisian perangkat desa, tidak ada jual beli jabatan.
Baca juga: Berada Zona Merah, Sejumlah APK Paslon Kepala Daerah Dibabat Petugas
“Kami berkomitmen menjalankan pemerintahan yang bersih untuk Kabupaten Pati,” imbuhnya.
Menanggapi jawaban dari Sudewo, Calon Bupati Pati Budiono kemudian menimpali, bahwa pihaknya butuh bukti terkait dengan komitmen Pati bebas korupsi.
“Kami butuh bukti, bukan hanya janji. Bukan hanya retorika saja, tapi bukti,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

