Pj Bupati Kudus Angkat Suara Terkait Harga Sewa Stand Gebyar PKL

BETANEWS.ID, KUDUS – Penjabat (Pj) Bupati Kudus, M Hasan Chabibie angkat suara terkait biaya sewa stand Gebyar Pedagang Kaki Lima (PKL) yang mencapai Rp3,5 juta. UMM Expo dalam rangka Hari jadi ke-475 Kabupaten Kudus itu berlangsung selama 10 hari pada 13-23 September 2024 di sepanjang Jalan Sunan Kudus.

Hasan mengatakan, penyelanggaraan gebyar PKL dimaksudkan untuk menggerakkan roda perekonomian bagi pedagang kecil. Karena ia meyakini, kegiatan Hari Jadi Kudus ini akan mampu menarik minat banyak pengunjung untuk datang ke stand-stand PKL.

“Apalagi selama HUT (Hari Ulang Tahun) Kabupaten Kudus ini akan ada beberapa pertunjukan dan kegiatan akbar yang berpusat di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus. Tentu ini akan mendatangkan banyak pengunjung,” ujar Hasan di Pendapa Kudus, belum lama ini.

-Advertisement-

Baca juga: Sewa Stand Gebyar PKL Rp3,5 Juta, UMKM: ‘Itu Sudah Jadi Risiko Kami’

Sehingga, kata Hasan, uang sewa stand para pedagang masih bisa balik modal dan tentunya akan terjadi keuntungan. Apalagi, penyelenggaraan Gebyar PKL ini cukup lama yakni 10 hari.

“Secara itung-itungan para pedagang masih bisa balik modal dan untung,” bebernya.

Disinggung, kenapa yang menempati stand Gebyar PKL, kok, ada pedagang dari lain daerah, Hasan menuturkan, kejadian ini mirip dengan tradisi Dandangan beberapa waktu lalu yang mana juga ada pedagang dari luar. Namun, yang jelas prioritas utama di Gebyar PKL adalah adalah pedagang Kudus.

“Sebab, jika 100 persen PKL lokal Kudus, kayaknya tidak mudah, sehingga mungkin ada beberapa pedagang dari luar Kudus,” tandasnya.

Baca juga: Bakal Ada Pagelaran Wayang di Perayaan Ulang Tahun Kudus

Diberitakan sebelumnya, salah satu penyewa stand PKL berasal dari Tegal bernama Andi mengaku membayar Rp14 juta untuk 4 stand di Gebyar PKL. Berarti, harga sewa satu standnya itu Rp 3,5 juta untuk ukuran 3 X 3 meter.

“Pengalaman di Kudus biasanya ramai. Alhamdulillah ada keuntungan, meskipun harga sewa terbilang mahal. Jadi kami ikut di sini, juga sebagai usaha kami untuk mencari rezeki,” tutur pria yang biasanya turut berjualan di tradisi Dandangan tersebut.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER