BETANEWS.ID, KUDUS – Ratusan siswa SD 2 Wergu Wetan terlihat semringah menyantap menu program makan bergizi gratis (MBG), Senin (30/9/2024). Pada hari pertama uji coba program unggulan presiden terpilih itu, mereka menikmati menu nasi, sayur tumis buncis, lauk tahu dan ikan, semangka, dan susu.
Kepala SD 2 Wergu Wetan, Nurhani Kartika Sari, ada 214 siswa dari kelas satu hingga kelas enam yang mendapatkan jatah makan. Menurutnya, program itu dapat membiasakan anak untuk makan bergizi.
“Mulai pembelajaran bagi anak, makan yang bergizi itu terdiri dari karbohidrat, ada nasi, sayuran, lauk nabati maupun hewani, dan dilengkapi dengan susu. Ketiga dengan adanya makan bergizi ini akan menunjang tumbuh kembang anak, sehingga stunting yang terjadi di Indonesia ini nanti ke depannya bisa teratasi,” katanya.
Baca juga: Beda dengan Daerah Lain, Uji Coba Makan Siang Gratis di Kudus Digelar 4 Hari
Untuk teknisnya, siswa mengkonsumsi susu UHT tanpa rasa 125 mililiter saat jam istirahat pertama. Dua jam kemudian, mereka baru makan makanan bergizi.
“Pelaksanaan minum susu terlebih dahulu, karena sesuai anjuran dari dinkes (dinas kesehatan) dilakukan dua jam sebelum makan. Jadi setengah sembilan anak-anak serentak minum susu sebelum nanti dua jam kemudian baru makan bergizi,” jelasnya.
Pihaknya menuturkan, minum susu dibarengi dengan makan itu akan menghalangi penyerapan gizi anak, sehingga susu harus diminum terlebih dahulu.
“Harapannya dengan program ini selain mendukung makanan bergizi anak juga mendukung tumbuh kembang anak. Ke depannya kecerdasan anak semakin meningkat, gizi anak semakin baik, dan tumbuh kembang anak semakin baik. Sehingga generasi emas di 2045 itu Indonesia mendapatkan generasi yang lebih baik,” ujarnya.
Baca juga: Peternak Sapi Perah Kudus Berharap Dilibatkan dalam Program Makan Siang Gratis
Sementara itu, Staf Dinas Pendidikan Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Ngabdi Manggiyo Mulyadi, menambahkan, program uji coba ini untuk mengetahui kendala saat pelaksanaan program.
“Harapannya dengan dipenuhinya gizi anak-anak ini akan lebih meningkat. Karena generasi bangsa, ya, mereka-mereka lah yang meneruskan,” imbuhnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

