BETANEWS.ID, JEPARA – Musim kemarau menjadi masa panen raya bagi para petani garam. Namun, harganya di tingkat petani terus mengalami penurunan hingga 500 persen lebih.
Salah satu petani garam, Safiudin (47), mengatakan, harga garam di tingkat petani saat ini sekitar Rp50-55 ribu per tombong. Harga tersebut terjun bebas jika dibandingngkan Agustus 2023 lalu. Saat itu harga garam bisa mencapai Rp350 ribu per tombong.
“Iya harga garam anjlok banget. Anjloknya dari sejak Mei,” katanya saat ditemui di lahan tambak garam Desa Bulak Baru, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, Kamis (8/8/2024).
Baca juga: Petani Berharap Pemerintah Tidak Impor Garam
Warga Panggung itu tidak mengetahui secara pasti penyebab anjloknya harga garam. Sebab, memasuki masa panen raya, harga garam di tingkat petani menurutnya memang biasa mengalami penurunan.
Di satu sisi, meskipun harga garam turun secara drastis, tapi memasuki musim kemarau produksi garam petani mengalami peningkatan.
Jika biasanya sebelum memasuki puncak musim kemarau, produksi garam petani per tombong hanya sekitar 80 kilogram, saat memasuki puncak musim kemarau berat garam per tombong bisa mencapai 90-100 kg.
“Produksi garam ini kan tergantung cuaca, semakin panas dan anginnya juga lumayan kenceng, kristal garam yang dihasilkan juga semakin bagus, putih, bentuknya besar-besar,” jelasnya.
Selain itu, jika cuaca mendukung, hasil produksi garam petani per bulan bisa mencapai 400-500 tombong.
“Tapi kalau tidak ada kendala hujan, ya, karena cuaca, kok, sepertinya ini tidak mendukung. Karena kalau hujan produksi, kan, terkendala. Biasanya lima hari biasa panen, kalau hujan bisa nyampe seminggu baru panen,” jelasnya.
Baca juga: Potret Wanita Perkasa Jepara, Masih Kuat Panggul Puluhan Karung Garam Walau Tak Lagi Muda
Terpisah, Ketua Kelompok Tani Garam Desa Kedungmalang, Syuhada, memperkirakan harga garam di tingkat petani akan terus mengalami penurunan hingga September nanti.
Jika tadinya harga garam mencapai Rp1.500 per kilogram, saat ini hanya Rp800 per kilogram. Sedangkan di September nanti, ia memperkirakan harga garam turun sekitar Rp600-700 per kilogram.
“Kalau cuaca September nanti bagus harga garam memang bisa turun lagi, sekitar Rp600-700 per kilogram. Tapi kalau cuacanya bagus, harganya juga bisa stabil segitu,” katanya saat dihubungi melalui telepon.
Editor: Ahmad Muhlisin

