BETANEWS.ID, KUDUS – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus, Masan, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke proyek Sentra Industri Hasil Tembakau (SIHT) Kudus di Desa Klaling, Kecamatan Jekulo, Selasa (13/8/2024).
Sebelum masuk lokasi, Masan sarapan semur kutuk di warung tenda tepi jalan depan lahan SIHT. Hadir pula Wakil Ketua Komisi B DPRD Kudus, Sutejo, Kepala Disnakerperinkop dan UKM, Rini Kartika Hadi Ahmawati, kemudian menyusul Kabid Perecanaan dan Evaluasi Pembangunan pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Arief Z Tanjung.
Usai sarapan dan masih di dalam warung tenda, Masan dan perwakilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus membahas keberlangsungan pembangunan SIHT. Dia meminta agar jangan sampai mangkrak. Selain itu, Masan juga meminta SIHT tetap dapat alokasi anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) pada 2025.
Baca juga: Molor, Pembangunan SIHT Kudus Baru Tahap Review HPS
Setelah itu, Masan dan rombongan masuk meninjau lahan SIHT yang luasnya kurang lebih 6 hektare. Masan menyampaikan, dulu pembangunan SIHT direncanakan selesai dalam dua tahun. Namun nyatanya, hingga sekarang belum selesai.
“Pembangunan SIHT masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, kedatangan saya ke lokasi SIHT ini untuk memastikan agar tidak mangkrak,” tegas Masan.
Menurutnya, SIHT lahannya sangat luas. Jadi sangat disayangkan apabila nanti mangkrak. Masan pun meminta komitmen OPD terkait termasuk juga Bupati Kudus untuk segera melaksanakan pekerjaan di SIHT.
“Di 2024 ini SIHT dapat alokasi anggaran dari dana cukai untuk beberapa pekerjaan. Tolonglah pekerjaan itu untuk segera dilaksanakan. Ini sudah Agustus, tapi belum jalan. Kalau ada masalah dirembuk bersama,” bebernya.
Masan mengungkapkan, saat ini DPRD Kudus sedang membahas Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2025. Ia pun ingin pembangunan SIHT tetap jadi fokus Pemkab Kudus.
“Tentunya sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang ada. Kami berharap pembangunan SIHT tahun 2025 bisa selesai dan sudah bisa operasional,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Disnakerperinkop dan UKM Kudus, Rini Kartika Hadi Ahmawati mengatakan, pembangunan SIHT akan dilanjutkan pada Agustus ini. Prosesnya saat ini sudah selesai perencanaan dan pengerasan jalan yang masuk proyek startegis daerah masih tahap reviu audit oleh inspektorat.
Baca juga: Kelanjutan Pembangunan SIHT Kudus Tunggu Hasil Audit BPK
“Estimasi waktu pengerjaan masih bisa terkejar, karena pengadaan barang dan jasanya sebagian melalui e-catalog,” ujar Rini.
Rini mengungkapkan, 2024 ini ada sekira 12 paket pekerjaan di SIHT, di antaranya pembangunan empat gudang produksi, pembangunan hanggar Bea Cukai, pembangunan gedung Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), pagar keliling lanjutan, pintu gerbang, dan sumur dalam.
“Semua pekerjaan tersebut kurang lebih menelan anggaran sebesar Rp13 miliar,” imbuhnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

