Jalan Dersalam-UMK Belum Setahun Sudah Rusak Lagi, Dinas PUPR: ‘Dilewati Transformer’

BETANEWS.ID, KUDUS – Jalan Dersalam-Univesitas Muria Kudus (UMK) rusak di beberapa bagian padahal perbaikannya baru tahun lalu. Kondisi aspal banyak yang mengelupas dan terbelah-belah bak tanah di musim kemarau. Panjang jalan yang rusak itu mencapai ratusan meter dari pertigaan lampu lalu lintas hingga tikungan leter s.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus, Arief Budi Siswanto, mengatakan, kerusakan Jalan Dersalam-UMK tersebut karena dampak bencana banjir di Karanganyar, Kabupaten Demak pada awal 2024. Pada waktu itu, jalan tersebut jadi jalur alternatif.

Beberapa pengendara melewati jalan rusak di Desa Dersalam. Foto: Rabu Sipan

“Arus lalu lintas dari Demak-Surabaya dialihkan melalui Jepara kemudian sesampai di Kudus kendaraan melintasi Jalan Lingkar Utara dan melalui Jalan UMK-Dersalam. Begitu juga dari arah sebaliknya,” ujar Arief di Hotel Griptha Kudus, belum lama ini.

-Advertisement-

Baca juga: Pemkab Lelet Perbaiki Jalan Rusak, Warga Gondosari: ‘Selamat Datang di Jalan Seribu Lubang’

Menurutnya, akibat dari pengalihan arus tersebut banyak kendaraan bertonase besar melintasi Jalan Dersalam-UMK, sehingga mengakibatkan kerusakan.

“Jalan Dersalam-UMK itu sebagai jalur alternatif untuk kendaraan-kendaraan “Transformer” atau kendaraan-kendaraan berat kala banjir Karanganyar. Sebab, dari arah Mijen langsung diarahkan ke ruas jalan tersebut bagi jurusan Surabaya,” bebernya.

Di sisi lain, pada 2024 ini, pihaknya punya 52 paket pekerjaan infrastruktur yang sumber anggarannya dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), pokok pikiran (Pokir) anggota dewan.

“Alokasi anggaran dari DBHCHT di kami kurang lebih sebesar Rp32 miliar. Sementara yang Pokir itu kurang lebih Rp12,6 miliar,” ungkapnya.

Baca juga: Warga Keluhkan Jalan Rusak, Masan: ‘Anggaran Ada tapi Tak Segera Dibangun’

Soal mulai pekerjaan, Arief mengaku bahwa saat ini prosesnya sudah tahap pengisian e-catalog. Namun untuk keseluruhan, pihaknya masih menunggu hasil konsultasi Inspektorat.

“Konsultasi meliputi harga satuan sampai dengan metode penentuannya. Setelah konsultasi inspektorat selesai, kita langsung jalan mulai pekerjaan infrastruktur tersebut,” jelasnya.

Meski begitu, Arief tetap menargetkan, akhir Juli atau awal Agustus 2024 konsultasi Inspektorat sudah selesai dan semua pekerjaan infrastruktur di Kudus bisa dimulai, sehingga akhir tahun semua pekerjaan tersebut sudah selesai.

“Total pekerjaan infrastruktur di Dinas PUPR ada 52 paket, terdiri dari 32 paket pekerjaan yang ditenderkan melalui e-catalog, sementara 20 paket lainya PL (penunjukan langsung),” imbuhnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER