31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

30 Koperasi Ponpes di Kudus Dapat Pelatihan Digitalisasi Pengelolaan Keuangan

BETANEWS.ID, KUDUS – 30 pondok pesantren (Ponpes) di Kabupaten Kudus mendapatkan pelatihan digitaliasi pengelolaan keuangan koperasi di Warunk Upnormal, Rabu (14/8/2024). Kegiatan ini bertujuan agar pengelolaan keuangan koperasi bisa lebih terintegrasi dan transparan.

Koordinator Duta Digital Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, M Yusrul Niam Aulamuna, mengatakan, pihaknya menggandeng Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang untuk memberikan pelatihan

Menurutnya, dengan adanya pelatihan ini, sistem keuangan di ponpes bisa baik secara manajemen dan administrasi. Nantinya, tidak hanya bermanfaat untuk pesantren saja, tapi juga berkembang ke lembaga lain.

-Advertisement-

Baca juga: Puluhan Koperasi di Kudus Akan Dibubarkan, Ada Apa?

“Misal sekolahan dan lembaga pendidikan lainnya. Karena rata-rata pesantren itu juga sudah menaungi sekolah-sekolah, seperti MI, MTs, MA, dan sekolah swasta lainnya,” beber Niam.

Setelah pelatihan, lanjut dia, nantinya akan ada pendampingan dari tim pelaksana Pengabdian Masyarakat. Para peserta juga sudah menginstal semua aplikasinya.

“Jadi pada hari ini peserta datang mendapatkan ilmu. Kemudian aplikasinya nanti digunakan di dalam pesantren dalam pengelolaan keuangan, dalam hal ini adalah koperasi,” ungkapnya.

Dosen Informatika Unwahas sekaligus Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Unwahas, Arif Hidayat, menjelaskan, pelatihan itu berisi Sistem Informasi Koperasi. Tujuannya agar pengelola Ponpes terutama koperasinya mampu mengelola sistem akuntasi untuk keluar masuknya barang secara digital dan lebih transparan.

Dia menjelaskan, pelatihan digitalisasi pengelolaan keuangan berbasis open source adalah akuntansi digital yang berbasis coding, tapi bisa diakses secara gratis. Jadi mereka tak perlu membayar lagi untuk penggunaannya.

Baca juga: Ada Ratusan Koperasi Abu-Abu di Kudus, Ini yang Akan Dilakukan Dinas

“Itu semacam software, bukan bajakan tapi bisa digunakan secara gratis. Bisa digunakan tanpa harus terhubung dengan internet atau online. Apliaksinya bisa diinstal di setiap laptop maupun komputer,” jelasnya.

Sementara kelebihan sistem ini, tuturnya, lebih terintegrasi karena semua fungsi dari akuntansi terintegrasi menjadi satu, tanpa terpecah-pecah dan tanpa terpisah-terpisah.

“Mereka tinggal membuka satu sistem, sudah bisa mengolah mulai dari pencatatan akun, pencatatan pembelian, penjualan sampai laporan dalam satu aplikasi,” jelasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER