31 C
Kudus
Jumat, Juli 12, 2024

Punya Risiko TBC 10 Kali Lebih Tinggi, Warga Binaan Rutan Kelas IIB Diskrining Dinkes Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Indonesia saat ini menanggung beban Tuberkulosis (TBC) tertinggi kedua di dunia dengan perkiraan 1.060.000 kasus baru. Dalam menyikapi situasi ini, Pemerintah Indonesia melalui Peraturan Presiden nomor 67 tahun 2021 menargetkan eliminasi TBC pada 2030.

Kementerian Kesehatan telah bekerja sama dengan Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) untuk melaksanakan kegiatan Bersama Menuju Eliminasi dan Kebebasan dari TB (BEBAS-TB).

Salah satu targetnya adalah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di rumah tahanan (Rutan) yang punya risiko lebih tinggi. Kurangnya pengobatan TB dibandingkan di populasi umum, menjadikan mereka kelompok rentan dalam konteks TB.

-Advertisement-

Baca juga: Pasien TBC di Kudus Dapat Bantuan Rp600 Ribu Tiap Bulan Selama Dua Tahun

Rutan memiliki peran dalam penularan ke populasi umum melalui WBP yang telah selesai menjalani masa tahanan, terutama di negara-negara berpenghasilan menengah ke bawah. Oleh karena itu, tingginya kasus TB pada WBP di rutan juga berkontribusi pada peningkatan kejadian TB di tingkat populasi umum.

Populasi WBP memiliki beban penyakit TB 10 kali lebih tinggi daripada populasi umum. Berdasarkan temuan tinjauan sistematis baru-baru ini, secara global pada 2019, diperkirakan 125.105 WBP di tahanan terinfeksi TB. Mereka berkontribusi 1 persen untuk semua kasus TB secara global.

Di negara-negara berpenghasilan tinggi dan menengah, prevalensi Latent TB Infection (LTBI) adalah 43,77 persen di antara 60.031 WBP dan 49,42 persen di antara 777 WBP di negara-negara berpenghasilan rendah.

Baca juga: Kasus TBC di Kudus Terus Meningkat, Setahun Capai 400 Orang

 Selain itu, diperkirakan hanya 53 persen WBP di rutan yang terdiagnosa TB. Hal ini membuat kesenjangan besar pada WBP TB yang tidak terdiagnosis atau tidak dilaporkan. Dengan tingginya insiden LTBI di antara WBP, membutuhkan intervensi yang cukup untuk mengidentifikasi sebelum timbulnya penyakit TB, melalui skrining dan diberikan Terapi Pencegahan TB (TPT) sesegera mungkin.

Untuk melakukan pengengdalian TB pada WBP, Dinas Kesehatan melakukan skrining dengan penggunaan Tuberculin Skin Test (TST) di Rutan Kelas IIB Kudus.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER