31 C
Kudus
Selasa, Juli 16, 2024

Kisah Yudha Semangat Belajar Mengukir di Tengah Minimnya Generasi Penerus

BETANEWS.ID, JEPARA – 30 siswa SMP tampak antusias memahat potongan kayu membentuk ukiran dalam kegiatan Belajar Bersama dengan tema Seni Ukir Jepara di Aula Museum Kartini.

Salah satu peserta, Yudha Bachtiar Pratama (14), mengaku baru pertama kali belajar mengukir. Ia begitu semangat karena bercita-cita ingin menjadi seorang pengukir.

Keinginan itu muncul karena melihat orang tuanya yang dulu seorang pengukir, kini beralih pada usaha furnitur. Sedangkan ketika mendapat pesanan ukir, bapaknya harus membayar pengukir.

-Advertisement-

Baca juga: Isi Libur Sekolah, Siswa SMP di Jepara Belajar Mengukir

“Kalau saya bisa ngukir kan nanti bisa bantuin bapak. Soalnya dulu bapak usahanya pengukir, tapi sekarang jadi furnitur,” kata Siswa SMPN 4 Jepara itu, Selasa (2/7/2024).

Karena baru pertama kali belajar, ia mengaku cukup kesulitan untuk menyamakan bentuk ukiran dengan contoh. Selain itu, belajar mengukir, menurutnya, juga membutuhkan ketelatenan.

“Susah susah gampang, tapi seru, sih, belajarnya. Apalagi ini libur sekolah, daripada main HP lebih seru belajar ukir,” katanya. 

Pegiat Ukir Jepara yang menjadi pelatih ukir, Ali Afendi, mengatakan, selama tiga hari, 30 peserta tersebut diajari dasar-dasar mengukir. Selain itu, para siswa juga diberikan pengetahuan tentang sejarah ukir dan situs ukir yang saat ini masih tersisa di Jepara.

Ia menyebut, dalam sejarahnya terdapat tiga periode ukir di Jepara. Pertama, pada zaman Ratu Shima, tokoh ukir yang dikenal yaitu Prabu Sungging Prabangkara. Kedua, pada zaman Ratu Kalinyamat yaitu Patih Badang Duwur. Terakhir, pada masa RA. Kartini.

Baca juga: ‘Nguri-Nguri’ Seni Ukir, 50 Guru dan Siswa Bakal Ikuti Pelatihan Mengukir

Ia menyadari, di masa sekarang regenerasi ukir di Jepara cukup kesulitan, sehingga ia menyemangati para siswanya, bahwa menjadi pengukir masih menjadi pekerjaan yang cukup menjanjikan.

“Kadang-kadang generasi sekarang ini berpikir bahwa ukir itu murah harganya. Padahal itu tidak, karena ukir itu juga ada tingkatannya. Semakin tinggi, harga jualnya juga semakin tinggi. Sehingga saya kira ukir masih menjadi pekerjaan yang menjanjikan,” katanya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER