BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah gamis terlihat tegantung berderet di gantungan baju Toko Arroyyan Fashion, Jalan Arif Rahman Hakim No 11, Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Distributor pakaian muslimah itu memang terlihat cukup sepi, lantaran pelanggannya adalah para reseller dari berbagai daerah.
Saat ditemui, owner Arroyyan Fashion, Nurul Iriyanti (36), bersedaia menjelaskan usaha yang ia rintis 2014 lalu. Baginya, membuka usaha sendiri merupakan salah satu cita-citanya sejak dulu. Sebelum menekuni dunia usaha fashion wanita, dirinya juga sempat mencoba usaha jajanan kering.

“Karena aku, kan, pengennya, walaupun ibu rumah tangga tapi tetap produktif gitu. Tapi pas buka usaha jajanan mikirnya, kok, kurang enak, ya, soalnya kalau makanan, kan, gampang basi kalau nggak laku-laku. Akhirnya, lambat laun mikir usaha yang pas dan pada 2014 coba jualan jilbab bergo,” jelasnya, Selasa (28/05/2024).
Baca juga: Dari Bisnis Sampingan jadi Sumber Rezeki Utama, Inilah Kisah Said Usaha Telur Asin
Dirinya menuturkan, dengan berbekal handphone dan skill seadanya dia memposting produk-produknya melalui Instagram. Setelah bertahun-tahun menawarkan produknya dalam bentuk grosir. Nurul ingin memperluas usaha serta pengalamannya dalam bidang usaha. Pada 2017 dirinya mulai merambah ke marketplace, seperti Shopee.
“Tahun 2017 suami ikut pelatihan gitu karena aku ngurus anak jadi nggak bisa ikut pelatihan bisnis. Kemudian berbekal dari situ cara marketing, promosi, dan sebagainya. Kita coba niat dengan modal yang saat itu kita sudah punya,” ujarnya.
Dia bersyukur berkat pelatihan itu bisnisnya semakin besar. Melihat peluang yang makin besar, ia lantas mencari reseller. Selain itu, ia juga menitipkan produknya ke toko-toko.
“Beragam gunjingan itu kita dapat. Dibilang, halah nggak punya modal, kok, berani ambil barang-barang branded. Terus dibilang penipu juga pernah karena, kan, produk kita itu kebanyakan pre order sistemnya. Bisa satu-tiga bulan lamanya soalnya nunggu dari produsen pusatnya,” ungkapnya.
Baca juga: Kisah Arif Nekat Rintis Usaha Karena Bosan Kerja Ikut Orang Lain
Namun alhamdulillahnya, lanjut Nurul,sekarang sudah mulai memiliki ratusan reseller dan punya tiga orang karyawan. Sedikit demi sedikit bisa membantu orang lain salah satunya yaitu membuka lapangan kerja. Namun, menurutnya sebagai distributor dirinya juga harus bisa mengurus orang-orang yang tergabung dalam grup resellernya. Karena menurutnya sangat membutuhkan kerja tim dan komitmen.
“Resellernya itu malah kebanyakan dari luar kota kayak Malang, Magelang, Jakarta, Yogyakarta, kalau di Kudus sedikit malahan. Jadi, aku percaya kalau kita amanat dan berani untuk mencoba pasti ada jalannya dari Allah. Tanpa harus modal yang besar apalagi sampai pinjam bank, karena salah satu moto hidupku aku nggak mau pakai riba,” tambahnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

