Sejarah Nama Nojorono, Pelopor Rokok Kretek di Indonesia

BETANEWS.ID, KUDUS – PT Nojorono merupakan salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia yang hingga kini masih eksis. Perusahaan yang didirikan pada 1932 oleh Ko Djee Siong dan Tan Djing Thay merupakan salah satu pelopor rokok kretek di Indonesia. Sebenarnya apa arti nama Nojorono? Simak selengkapnya disini.

Direktur PT Nojorono, Arief Goenadibrata mengatakan, nama Nojorono merupakan sebuah cerminan dari tokoh pewayangan. Tokoh pewayangan yang dimaksud adalah sosok Krisna muda yang dijuluki dengan nama Narayana.

Baca Juga: Tanam Tembakau 2 Ha, Cuan Ratusan Juta Rupiah Menanti Petani Desa Menawan

-Advertisement-

“Nojorono itu sebenarnya ada hubungannya dengan Krisna muda, tetapi tidak langsung. Kalau kata Nojorono dibalik bisa dibaca Narayana. Nojorono adalah cerminan dari Krisna, makanya kalau ada wayangnya Krisna waktu masih muda belum menjadi prabu, di dalam cerminan nya Krisna itu adalah Nojorono,” katanya, belum lama ini.

Namun terlepas dari, Nojorono memiliki arti khusus dalam penamaan perusahaan dari awal didirikan. Dari istilah Nojorono, No memiliki arti ada, dimana hal tersebut berhubungan dengan penciptaan. Kemudian Jo (Yo) artinya adalah karya, lalu Ro artinya rasa. Selanjutnya No suku kata terakhir berarti Noor atau cahaya.

“Jadi istilah nama Nojorono memiliki arti keseluruhan, cipta karsa rasa cahya. Sehingga jika diartikan Nojorono diciptakan menjadi tempat berkarya yang dipenuhi dengan rasa untuk bisa jadi cahaya,” tuturnya di dalam Museum milik PT Nojorono, RnPD Jambean, Desa Purworejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus tersebut.

Ia menambahkan, pertama kali rokok yang diproduksi oleh PT Nojorono dengan merek Minak Djinggo. Dimana nama tersebut juga merupakan tokoh pewayangan. Bahkan rokok Minak Djinggo kini berusia hampir 92 tahun.

Baca Juga: Ada Ratusan Koperasi Abu-Abu di Kudus, Ini yang Akan Dilakukan Dinas

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga mengajak media untuk melihat koleksi PT Nojorono di museum bernama Stroootjes & Sigarettenfabriek Nojorono Koedoes. Beberapa koleksi didisplay dengan bagus, dimana koleksi yang ada seperti meja kerja SKT yang digunakan pada 1932, lampu petromaks untuk menemani ribuan Pelintung tahun 1950-an, sejumlah koleksi rokok sejak 1932-2022.

Selanjutnya ada koleksi mesin ketik dan kalkulator yang digunakan untuk keperluan administrasi sejak 1957-1994, media promosi berupa proyektor tahun 1990, sepeda yang merupakan fasilitas bagi karyawan di tahun 1960, meja kerja yang digunakan dalam keseharian Direktur Utama Nojorono pada 1973-2003, dan lain sebagainya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER