31 C
Kudus
Rabu, Juli 17, 2024

Pernah Jaya hingga Punya Puluhan Karyawan, Ini Cerita Farid Bangkit dari Keterpurukan

BETANEWS.ID, KUDUS – Gerobak dorong berukuran kecil itu tampak berada di sisi Jalan Mayor Basuno, Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Tampak seorang laki-laki tengah sibuk melayani pembeli yang berdatangan. Dia adalah Farid (48) penjual molen bakar.

Di sela-sela melayani pembeli, Farid sudi berbagi cerita kepada betanews.id tentang usaha molen bakar yang baru berjalan dua bulan di Kudus. Dia menjelaskan, awalnya usaha tersebut bermula karena dirinya ingin mencoba membuka bisnis sendiri.

“Memang awalnya ingin coba buka usaha sendiri, soalnya, kan, dulu pernah kerja terus gajian itu paling Rp10 jutaan. Tapi, kalau buka usaha sendiri kan bisa lebih,” jelasnya, Kamis (19/05/2024).

-Advertisement-

Baca juga: Tak Bisa Kerja Berat Akibat Kecelakaan, Yanto Temukan Bisnis Ringan yang Menguntungkan

Dirinya menuturkan, awalnya membuka usaha tersebut di Pekalongan dan Batang pada 2018 lalu. Usaha itu ramai dan berkembang. Bahkan, dulunya Farid sempat merekrut hingga 25 pekerja dan mempunyai 40 gerobak.

“Dulu pernah merasa masa jayanya itu pas di Pekalongan. Ramai banget saat itu belum banyak yang tahu. Jadi, banyak yang penasaran dan cobain. Ibaratnya dulu cari uang berapa pun bisa,” bebernya.

Namun, karena salah manajemen, usaha itu ternyata tak bisa menutup operasional dan membayar pinjaman dari bank.

“Jadi, usaha molen bakar sempat jatuh setelah tiga setengah tahun berjalan. Sampai akhirnya berusaha bangkit yang benar-benar terjun lapangan lagi itu selama tujuh bulanan. Sebelumnya, dikelola sendiri oleh para pekerja saya,” jelasnya.

Untuk membangun ulang bisnisnya, Farid lantas pindah ke Kudus dan mulai dari nol. Ada alasan khusus kenapa memilih Kudus karena memang banyak tempat ramai dan orang-orangnya suka berbelanja.

Baca juga: Rintis Bisnis saat SMA, Fikri Kini Sudah Nikmati Kesuksesan dari Jual Ikan Hias

“Semoga nantinya dua atau tiga tahun bakal makin berkembang dan bisa buka usaha di Pekalongan lagi,” ucapnya.

Di lapaknya, ia menjual molen bakar dengan dua variasi rasa, yakni pisang cokelat dan pisang keju. Untuk harga, Farid membanderolnya Rp5 ribu per biji. Sedangkan untuk per posi, dirinya memberi harga Rp20 ribu dapat 5 biji.

“Biasanya paling banyak pembeli itu karyawan pabrik gitu, ibu-ibu. Lapak buka setiap hari mulai pagi biasanya sampai sore,” ucap Farid.

Editor: Ahmad Muhlisin

Anita Purnama
Anita Purnama
Jurnalis Beta Media

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER