31 C
Kudus
Jumat, Juli 19, 2024

Nikmatnya Ramai-Ramai Menyantap Kuliner Khas Tambak di Batangan Pati

BETANEWS.ID, PATI – Beberapa orang terlihat mengambil ikan bandeng di sebuah tambak menggunakan jala. Setelah dapat puluhan ekor, ikan bandeng tersebut dimasukkan ke karung dan dibawa ke gubuk yang berada di tengah tambak.

Setelahnya, ikan bandeng itu dibersihkan untuk kemudian dimasak. Kompor, serta panci tampak sudah siap untuk mengolah ikan khas tambak tersebut.

Begitu ikan bandeng yang dibersihkan tersebut siap, selanjutnya langsung dimasukkan ke sebuah panci yang telah berisi air. Menggunakan pengapian berukuran sedang, kemudian panci tersebut diletakkan di atas kompor.

-Advertisement-

Baca juga: Pecinta Durian Wajib Coba Segarnya Aneka Es di Keluarga Durian Pati

Tak butuh waktu yang cukup lama, panci yang berisi air dan ikan tersebut terlihat sudah mendidih. Bumbu-bumbu yang sudah disiapkan, kemudian langsung dimasukkan ke panci tersebut.

Tak ketinggalan, terasi khas tambak juga dimasukkan. Berbeda dengan terasi pada umumnya yang sudah dalam kemasan, terasi yang dipakai ini merupakan rebon (udang kecil) yang dikeringkan.

Terasi ini menjadi salah satu bumbu  yang menjadikan sedapnya olahan ikan bandeng khas tambak.

Beberapa saat setelah ikan dirasa sudah matang, kemudian langsung bisa dinikmati dengan nasi ataupun tidak. Olahan ikan bandeng tersebut, begitu terasa lezat dan nikmat, apalagi makannya ramai-ramai di bawah gubuk sederhana di tengah tambak.

Tradisi makan bareng kuliner khas tambak seperti ini, biasanya cukup sering dilakukan oleh para petani garam maupun ikan. Seperti halnya yang dilakukan petani tambak di Desa Keritang Wetan, Kecamatan Batangan, Pati.

“Ya setiap kali kemarau seperti ini, petani garam maupun petani ikan, ya, biasanya masak ramai-ramai seperti ini. Masak ikan bandeng, lalu dimakan ramai-ramai juga, ” ujar Subur, salah satu petani tambak asal Ketitang Wetan, Sabtu (29/6/2024).

Baca juga: Mencoba Nikmatnya Turuk Bintul Jepara, Bisa Bikin Goyang-goyang

Ia menyebut, ikan yang dimasak juga ikan fresh yang baru diambil dari tambak, sehingga rasanya  juga sangat enak.

Apalagi katanya, jeroan ikan bandeng yng sering disebut waleran, juga diikutkan memasak. Katanya, untuk waleran biasanya menjadi favorit. Sebab, rasanya cukup beda ketika sudah dimasak di warung atau di rumah.

“Belum lagi bumbu khasnya di sini terasinya yang sangat terasi. Untuk terasi ini berupa rebon yang dikeringkan. Pokoknya tambah nikmat,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER