31 C
Kudus
Sabtu, Juni 15, 2024

Napak Tilas Sejarah Kretek, Festival Kali Gelis Jadi Magnet Bagi Pecinta Rokok

BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah pecinta rokok hingga pegiat sejarah antusias mengikuti tour mini sejarah dalam rangka kegiatan acara Festival Kali Gelis, Sabtu (1/6/2024). Mereka diajak melihat sejumlah peninggalan milik raja krerek, Nitisemito.

Setidaknya ada tiga tempat yang disinggahi, di antaranya rumah kembar di sisi barat Sungai Gelis, kediaman Nitisemito, hingga Museum yang di dalamnya terdapat koleksi milik Nitisemito.

Baca Juga: Tanam Tembakau 2 Ha, Cuan Ratusan Juta Rupiah Menanti Petani Desa Menawan

-Advertisement-

Sakhron farokhi, Ketua Panitia Festival Kali Gelis mengatakan, kegiatan tersebut merupakan even kali pertama yang digelar di Desa Langgardalem. Mengusung tema ‘Kretek Pulang ke Rumah Jilid 2’ kegiatan itu menjadi magnet bagi sejumlah pecinta rokok dan pegiat sejarah tentang rokok kretek.

“Alhamdulillah untuk antusiasme pecinta rokok dalam kegiatan ini sangat bagus sekali. Bahkan istilahnya kami sampai menolak beberapa pecinta rokok lainnya, karena kondisi tempat yang tidak representatif,” bebernya saat ditemui di sela kegiatannya, Sabtu (1/6/2024).

Ia menjelaskan, kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai jumat-Minggu (31/5-1/6) itu ada sejumlah kegiatan positif yang menarik bagi pecinta rokok. Menurutnya, dalam kegiatan itu ada sarasehan tembakau, lelang koleksi milik Nitisemito, mini tour cerita Kudus tua, lomba linting, dan lain sebagainya.

“Ini tujuannya untuk menggerakkan perekonomian masyarakat, karena ada beberapa pemberdayaan UMKM di Desa Langgardalem. Dimana kegiatan mini tour yang melihat peninggalan dari Nitisemito, agar generasi muda tidak gagap tentang sejarah Kretek. Diyakini juga kretek muncul pertama kali di Desa Langgardalem dengan ketokohannya Nitisemito,” ujarnya.

Dalam pelelangan yang dilakukan, katanya, juga banyak peminat untuk memiliki koleksi asli dari seorang Raja Krerek. Sementara untuk koleksi yang dilelang menurutnya ada empat, yaitu tiga koleksi berupa nota dan satunya lagi ada meja giling yang digunakan sekitar tahun 1976.

Baca Juga: Ada Ratusan Koperasi Abu-Abu di Kudus, Ini yang Akan Dilakukan Dinas

“Jadi saat acara pelelangan, ada banyak peminat koleksi yang tertarik. Di antaranya satu meja giling dimenangkan oleh pihak Bea Cukai,” tuturnya.

Ia menambahkan, ada sebanyak 20 stand yang mengikuti even tersebut. Puluhan stand itu menurutnya datang dari berbagai daerah, dimana di dalamnya merupakan komunitas pecinta rokok, petani tembakau dari temanggung, Situbondo, Pati, Jogja, Solo, dan Cianjur.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
139,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER