31 C
Kudus
Sabtu, Juli 20, 2024

Munculnya Alat Semi Modern Jadi Solusi Kecepatan Produksi Tenun Troso (3)

BETANEWS.ID, JEPARA – Langit cerah siang itu tampak mengiringi aktivitas warga Desa Troso, Jepara. Proses pembuatan kain Tenun Troso, yang sebagian besar masih dilakukan secara manual, kini juga dibantu oleh alat-alat semi mesin. Lamanya proses pembuatan kain tenun memicu Mashurin, salah seorang warga Desa Troso untuk menciptakan terobosan alat tenun semi modern.

Bermodal pengalaman bekerja di pabrik tekstil, ia mengetahui berbagai macam alat dan mesin untuk memproduksi berbagai jenis kain. Hingga akhirnya pada 2024, Mashuri membuat mesin tenun semi modern. Setelah berhasil membuat alat pertamanya, Mashuri kemudian kebanjiran pesanan dari para pengusaha kain tenun di Troso.

Alat tenun kain troso semi modern ciptaan Mashurin. Foto: M Imam Shodiqin

“Sejak 1980-an saya sudah memproduksi alat tenun tradisional. Tapi kalau yang pakai mesin itu mulai 2004. Awalnya, ya, gagal. Saya butuh waktu empat bulan untuk eksperimen membuat alat pertama kali,” ujarnya saat ditemui di rumahnya, beberapa waktu lalu.

-Advertisement-

Baca juga: Kain Troso di Abadi Tenun Troso Ini Punya Banyak Motif Ciamik

Mashurin mengaku hanya membuat alat saat ada pesanan. Dia bisa memproduksi berbagai alat, di antaranya alat weaving untuk penenunan, winding untuk pemintalan benang, dan mesin hani untuk penggulungan benang. Alat-alat tersebut dibuat sesuai kebutuhan pemesannya, menyesuaikan dari berapa banyak titik untuk produksi kain tenun.

“Bisa juga tiga alat dijadikan satu titik di mesin yang sama. Mesin yang ditambahkan biasanya berupa dinamo untuk menggerakkan alat secara bersamaan dan disambungkan ke sumber listrik,” terang Mashurin.

Untuk proses pembuatan alat tersebut, biasanya membutuhkan waktu sekitar 7-10 hari, menyesuaikan tingkat kerumitan dan jumlah alat yang dibutuhkan. Tak hanya pengusaha Jepara, alat buatan Mashurin bahkan dipesan hingga luar kota, antara lain Yogyakarta, Solo, Klaten, Pekalongan, Kalimantan, dan Bali.

Baca juga: Bergaya Etnik dan Trendi, Tas Tenun Troso dari Bhineka Ini Mampu Tembus Pasar Malaysia

“Harganya relatif, sesuai pemesan. Yang paling murah itu sekitar Rp5 juta dan yang paling mahal Rp20 juta,” katanya sambil menunjukan alat tersebut.

Alat tenun semi modern ini bisa menjadi solusi dalam mengatasi lama waktu produksi. Bahkan, bisa empat kali lebih cepat jika dibanding menggunakan alat tenun tradisional.

“Jika menggunakan alat tradisional biasanya dapat memproduksi sekitar lima meter saja. Berbeda kalau menggunakan alat semi modern ini, bisa menghasilkan 20 meter,” imbuhnya.

Penulis: Nur Maisya Ayyasy, Mahasiswa Magang Unisnu

Editor: Ahmad Rosyidi

Redaksi
Redaksi
Beta adalah media online yang lahir di era digital. Berita yang disajikan unik, menarik dan inspiratif. Serta dikmas dalam bentuk tilisan, foto dan video.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER