31 C
Kudus
Kamis, Juli 18, 2024

Libur Iduladha, Komsumsi BBM dan Elpiji Warga Jateng-DIY Meningkat

BETANEWS.ID, SEMARANG – Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji selama libur Iduladha pada 14-18 Juni di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meningkat.

Area Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Brasto Galih Nugroho, mengungkapkan, konsumsi rata-rata harian BBM (Pertalite dan Pertamax Series) meningkat dari 12.824 KiloLiter (KL) per hari menjadi 13.068 KL atau naik 1,9 persen.

“Kenaikan konsumsi rata-rata harian tertinggi pada BBM gasoline terjadi pada BBM Pertamax dengan 11,7 persen. Untuk BBM jenis gasoil mengalami kenaikan dari 6.599 KL per hari menjadi 6.881 KL per hari atau sebesar 4,3 persen,” bebernya melalui siaran tertulisnya pada betanews.id, Rabu (19/6/2024).

-Advertisement-

Baca juga: Atasi Lonjakan Pasien, RS Mardi Rahayu Tambah Ruang Transit Rawat Inap

Sementara untuk rata-rata konsumsi harian elpiji 3 kilogram, lanjut dia, mengalami kenaikan sebanyak 8 persen atau 12.368 tabung per hari bila dibandingkan rata-rata normal yaitu dari 1.493.198 tabung per hari menjadi 1.505.566 tabung.

Dari sisi Avtur, konsumsi tertinggi terjadi pada Jumat, 14 Juni yaitu sebanyak 351,6 KL per hari. Pada periode long weekend rata-rata konsumsi harian Avtur terjadi peningkatan dari 269,4 KL per hari menjadi 275,9 KL atau sebesar 2,4 persen.

“Pertamina Patra Niaga pastikan kebutuhan energi cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat termasuk saat periode libur Iduladha 2024. Pertamina mengimbau, agar masyarakat menggunakan produk BBM berkualitas seperti Pertamax Series dan Dex Series dan elpiji berkualitas seperti Brightgas,” tutur Brasto.

Baca juga: PAD Wisata Capai Rp800 Juta Setahun, Pemdes Rahtawu Gunakan untuk Ini

Terkait elpiji bersubsidi 3 kilogram, pihaknya mengimbau agar masyarakat menggunakannya sesuai dengan peruntukannya yaitu rumah tangga miskin, usaha mikro, petani sasaran, dan nelayan sasaran.

“Selain dari kelompok tersebut dapat menggunakan produk elpiji nonsubsidi yang saat ini tersedia dalam kemasan Bright Gas 5,5 kg, 12 kg, dan 50 kg. Usaha-usaha berikut juga tidak boleh menggunakan elpiji subsidi, yaitu usaha batik, usaha binatu, hotel, restoran, usaha peternakan, usaha pertanian (di luar petani sasaran), usaha tani tembakau, dan usaha jasa las,” rincinya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER