BETANEWS.ID, KUDUS – Ketua Komisi C DPRD Kudus, Rochim Sutopo menyebut pembebasan lahan Jalan Tol Demak-Tuban yang melewati sembilan desa, tiga kecamatan di Kabupaten Kudus akan berlangsung tahun ini. Meski begitu, pihaknya belum menanyakan kembali sejauh mana proses ganti untung Proyek Strategis Nasional (PSN) itu.
”Informasinya pembebasan lahan dan ganti untung memang di 2024, tapi kami belum komunikasi kembali dengan pemerintah soal ini,” ujar Rochim, beberapa waktu lalu.
Pihaknya mengungkapkan, pembangunan tol tentu memberikan manfaat yang banyak bagi pembangunan, utamanya kelancaran distribusi. Sehingga, dia berharap prosesnya bisa segera dilaksanakan.
Baca juga: Pembangunan Tol Demak-Tuban di Kudus Diperkirakan Mulai 2023-2024
Penjabat (Pj) Bupati Kudus, HM Hasan Chabibie, juga menyebut saat ini belum ada komunikasi kembali soal pembangunan jalan tol di Kudus.
”Coba kami pelajari dan kami tanyakan terlebih dahulu, ya. Namun yang jelas, saat ini kami belum mendapat laporan adanya progres ini,” ujarnya di Gedung DPRD Kudus, belum lama ini.
Tol Demak-Tuban yang melalui Kota Kretek hanya sepanjang 8,3 kilometer saja. Adapun desa yang akan dilalui proyek adalah, Desa Undaan Lor, Wates, Karangrowo, dan Ngemplak, Kecamatan Undaan; Desa Temulus, Kesambi, dan Jojo, Kecamatan Mejobo; dan Desa Bulung Kulon dan Bulung Cangkring, Kecamatan Jekulo.
Editor: Ahmad Muhlisin

