31 C
Kudus
Sabtu, Juli 20, 2024

Kudus Darurat Sampah, Masan: ‘Kinerja Kepala Dinas PKPLH Elek’

BETANEWS.ID, KUDUS – Kabupaten Kudus benar-benar darurat sampah. Sudah hampir setahun persoalan sampah belum juga terselesaikan, terutama di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjungrejo, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo. Sebab, TPA sudah overload dan alat beratnya juga rusak.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kudus, Masan, pun meninjau kondisi TPA Tanjungrejo, Selasa (25/6/2024). Pantauan di lokasi, tampak tumpukan sampah di TPA Tanjungrejo sudah mirip bukit. Sampah pun terlihat tak ada penataan, karena tak ada alat berat yang beroperasi. Pembuangan sampah juga tersendat dan terjadi antrean kendaraan pengangkut sampah.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus, Masan, meninjau kondisi TPA Tanjungrejo, Selasa (25/6/2024). Foto: Rabu Sipan

Selain melihat kondisi TPA, ia juga menghampiri para pengangkut sampah yang sedang antre. Masan lantas mengajak ngobrol dan mendengarkan keluhan mereka, termasuk persoalan yag ada di TPA Tanjungrejo.

-Advertisement-

Baca juga: Pengelolaan Sampah di Kudus Amburadul, Dewan Minta Kepala Dinasnya Belajar Lagi

Masan mengatakan, persoalan sampah sudah terjadi sejak lama, tapi tak juga terselesaikan. Menurutnya, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kabupaten Kudus kinerjanya buruk.

“Kinerja Kepala Dinas PKPLH elek,” tegas Masan.

Masan mengungkapkan, pada tahun lalu sebenarnya ada alokasi Rp6 miliar untuk perluasan lahan TPA, tapi tak dilaksanakan oleh Dinas PKPLH.

“Akhirnya dampaknya seperti ini. TPA sudah overload. Bahkan taman yang ada di TPA yang dulu bersih, sekarang sudah tertutup sampah semua,” keluhnya.

Oleh karena itu, kata dia, pimpinan pemerintah daerah harus turun tangan untuk mengkoordinir lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam penanganan sampah.

Baca juga: TPA Tanjungrejo Overload, Masan Beberkan Cara Ampuh Tangani Sampah di Kudus

“Pimpinan daerah bisa mengintruksikan Dinas PUPR untuk meminjamkan alat berat ke Dinas PKPLH yang bertanggung jawab terkait sampah. Peminjaman itu sampai di TPA ini ada alat berat baru,” bebernya.

Sebab, kata Masan, pengadaan alat berat masih di Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2024. Selama menunggu alat berat baru, penataan sampah bisa menggunakan alat berat dari Dinas PUPR.

“Selain itu, bisa menggunakan dana yang lain. Menurut saya, ini sudah masuk kategori darurat. Kalau ini dibiarkan terus, sampah-sampah di jalan akan semakin banyak. Karena tidak bisa membuang sampah di TPA,” jelasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER