31 C
Kudus
Kamis, Mei 23, 2024

TPA Tanjungrejo Overload, Masan Beberkan Cara Ampuh Tangani Sampah di Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus, H. Masan minta pengelolaan sampah terpusat di desa. Ini sebagai solusi ampuh mengatasi persoalan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo yang overload.

Masan mengaku sudah meninjau tempat pengolahan sampah di beberapa desa di Kecamatan Kaliwungu, di antaranya Prambatan Lor, Kedungdowo, dan Sidorekso. Menurutnya, pengolahan sampah di tiga desa tersebut sudah sangat bagus.

Ketua DPRD Kudus, H. Masan meninjau TPS Desa Kedungdowo, Rabu (24/4/2024). Foto: Rabu Sipan

“Di Prambatan itu sudah menggunakan mesin dan kapasitasnya bisa 6 ton sehari. Di Sidorekso pengoalahan sampahnya juga sudah bagus. Di sana malah mampu mengolah sampah jadi bahan bakar minyak (BBM),” ujar Masan saat meninjau Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Desa Kedungdowo, Rabu (24/4/2024).

-Advertisement-

Baca juga: Pengelolaan TPA Tanjungrejo Amburadul, Sampah di Pasar Bitingan Terbengkalai

Namun, kata Masan, pengelolaan sampah di tingkat desa ini masih berjalan sendiri-sendiri. Makanya, dia ingin ada kolaborasi yang terpadu, sehingga kapasitas pengelolaan sampah bisa lebih besar dan bisa mengcover desa-desa sekitarnya.

“Desa dengan jumlah penduduk yang banyak mungkin akan mudah membuat tempat pengolahan sampah. Tapi desa-desa kecil, kan, belum tentu bisa. Jadi harus ada kolaborasi beberapa desa, minimal satu tempat pengolahan sampah bisa mengampu sampah dari 5 ribu Kepala Keluarga (KK),” jelasnya.

Terkait anggaran untuk membuat tempat pengelolaan sampah terpadu, kata Masan, bisa kolaborasi antara Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kudus. Menurutnya, mesin pengolahan sampah dari SMK Ma’arif Kudus tidak begitu mahal, tidak sampai Rp1 miliar.

“Informasinya, mesin pengolahan sampah yang di Desa Prambatan Lor, Kecamatan Kaliwungu itu dari SMK Ma’arif Kudus. Harga mesinnya kurang lebih Rp215 juta. Saya juga berencana datang ke SMK Ma’arif Kudus untuk melihat mesin pengolahan sampah hasil karya mereka,” bebernya.

Menurut Masan, ketika sudah ada tempat pengolahan sampah terpadu di tingkat desa, maka teknologi bisa masuk. Jadi, nantinya tidak hanya mesin pemilah saja, tapi ada pula mesin incinerator dan lainnya.

Baca juga: TPA Tanjungrejo Overload, Satu Warga Kudus Disebut Hasilkan 0,5 Kg Sampah Sehari

“Sehingga, nanti sampah organiknya terpilah otomatis dan diproses menjadi pupuk organik. Sementara sampah plastiknya bisa bernilai ekonomi,” jelas Masan.

Menurut Masan, apabila pengelolaan sampah terpadu di tingkat desa berjalan, maka akan mampu mengatasi persoalan sampah di Kudus. Sebab, volume sampah yang nantinya dibuang ke TPA Tanjungrejo akan berkurang drastis.

“Jadi penanganan sampah di Kudus ini harus segera gunakan teknologi. TPA tetap ada dan harus diperluas, tapi penanganan sampah terpadu di tingkat desa dengan menggunakan teknologi juga harus segera dilakukan,” imbuhnya. (adv)

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
137,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER