31 C
Kudus
Sabtu, Juli 20, 2024

Judi Online Bikin Rumah Tangga Warga Jepara Rungkad

BETANEWS.ID, JEPARA – Jumlah kasus perceraian di Kabupaten Jepara dari tahun ke tahun masih cukup tinggi. Halim Zailani, Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Jepara mengatakan dari bulan Januari-Juni 2024, jumlah kasus perceraian yang diputus sebanyak 824 kasus.

Dimana setengahnya atau 50 persen faktor penyebab perceraian yaitu akibat perselisihan dan pertengkaran terus menerus sebanyak 532 kasus. Faktor pemicu yang menurutnya paling banyak menyebabkan adanya pertengkaran dan perselisihan terus menerus yaitu akibat maraknya judi online di kalangan masyarakat.

Baca Juga: Situs Pemkab Jepara Ternyata Disusupi Judi Online Tiap Hari, Lho Gak Bahaya Tah?

-Advertisement-

Sebab nafkah yang seharusnya diberikan kepada keluarga menjadi berkurang karena digunakan untuk judi online yang kemudian berakhir pada perceraian.

“Akibat dari judi online itu sendiri berpengaruh pada nafkah yang seharusnya diberikan kepada keluarga jadi berkurang. Artinya uang yang seharusnya diberikan untuk anak dan istrinya malah digunakan untuk modal berjudi,” katanya di Kantor Pengadilan Agama Jepara, Jum’at (28/6/2024).

Lebih lanjut ia mengatakan, kasus perceraian yang diakibatkan oleh judi online marak terjadi sekitar dua-tiga tahun terakhir. Data dari Pengadilan Agama Kabupaten Jepara, dari total 1.877 kasus perceraian pada tahun 2023, 959 diantaranya disebabkan karena perselisihan dan pertengkaran terus menerus.

“Kalau untuk puncaknya sekitar dua-tiga tahun yang lalu, itu sudah masuk ke kita, permasalahan judi online sudah mulai meracuni keluarga-keluarga yang ada di Jepara,” ungkapnya.

Mahmudi, Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Jepara mengatakan, selain judi online, judi konvensional seperti sabung ayam, judi kartu yang dilakukan oleh antar individu juga turut menjadi faktor pemicu adanya perceraian akibat perselisihan dan pertengkaran terus menerus.

Baca Juga: Bos Bus Bejeu Banjir Dukungan untuk Maju Jadi Bupati Jepara

Selain faktor tersebut, faktor pemicu lainnya yang cukup tinggi menyebabkan adanya perceraian yaitu ekonomi. Untuk kasus tersebut, menurutnya masih banyak didominasi oleh pekerja pabrik. Dari Bulan Januari-Juni 2024, sebanyak 192 kasus. Sedangkan pada tahun 2023 sebanyak 690 kasus.

“Selain karena judi baik online maupun konvensional, yang cukup tinggi juga karena masalah ekonomi, ini ditopang dengan banyaknya kawasan industri. Rata-rata yang paling banyak mengajukan cerai dari pihak perempuan atau cerai gugat,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER