31 C
Kudus
Sabtu, Juni 15, 2024

Jangan Malu Jadi Petani Bawang, Sekali Panen Bisa Puluhan Juta Rupiah

BETANEWS.ID, KUDUS – Petani bukanlah profesi yang memalukan, mereka harusnya bangga, karena mereka perekonomian di tingkat desa sampai kota bisa hidup. Seperti pemandangan pagi itu di area persawahan Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, beberapa petani giat memanen bawang merah yang telah ditanam beberapa bulan.

Menjadi petani bawang merah sangatlah menggiurkan, bayangkan saja, sekali panen, hasil yang didapat mencapai puluhan juta rupiah.

Baca Juga: Produk Lokal Naik Kelas, Pisau Asal Bareng Kudus Tembus Pasaran Mancanegara

-Advertisement-

Penebas spesialis bawang merah, Lina Kurniasih mengatakan, untuk saat ini harga bawang merah di tingkat petani atau pengambilan dari lahan dengan harga yang sedang. Meski begitu, dengan luasan lahan sekitar 5.000 meter persegi, petani bisa hasilkan cuan hingga Rp63 juta

“Untuk harga di tingkat petani di tingkat petani bervariasi, tergantung dari jenisnya. Untuk jenis super saat ini Rp23 ribu perkilogram dari lahan, sedangkan untuk jenis tanggung Rp20 ribu,” bebernya saat ditemui, Selasa (11/6/2024).

Ia menjelaskan, untuk lahan 5.000 meter persegi, diperkirakan hasilnya kurang lebih 3 ton.

“Kalau untuk harga di pasaran atau di lapak, mulai dari Rp27 ribu hingga Rp30 ribu lebih. Tergantung dari jenisnya. Tapi untuk harga bawang merah di tingkat petani ini tidak bisa dipastikan, naik turunnya harga juga tidak bisa diprediksi. Misalkan hari ini harga Rp20 ribu, besok kita juga tidak tahu harganya berapa,” ungkapnya.

Lina menuturkan, pengambilan bawang merah dari lahan tersebut nantinya akan dipasarkan atau dijual langsung ke bakul di pasar induk beberapa daerah. Menurutnya, pasaran yang dilakukan ke Magelang, Jogja, Jakarta, Semarang, Kudus, Jepara, Kalimantan, Jambi.

“Selain ngambil di sini juga mengambil di sejumlah daerah yang memang sudah panen bawang merah. Seringnya ke daerah Weleri, Nganjuk, Jogja, Bojonegoro, Grobogan, Demak, dan Pati,” tutur wanita Desa Tugu Lor, Kecamatan Karanganyar, Demak tersebut.

Baca Juga: Penjual Bunga di GOR Kudus Ini Laku Keras, Segini Harga-harganya

Ia menegaskan, bahwa panen bawang merah selalu ada di sejumlah daerah. Sehingga pihaknya tak kerepotan untuk membeli bawang merah sebagai bisnis yang dijalankan selama kurang lebih 13 tahun. Sebab, ia hanya menekuni sebagai penebas spesialis bawang merah.

“Rugi hingga untung menjadi hal biasa dalam melakukan pekerjaan. Jadi saya tetap jalani, karena sesuatu usaha yang dilakukan secara konsisten akan membuahkan hasil,” pungkasnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
139,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER