BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa perajin logam tampak sedang menggerindra sejumlah pisau pesanan pembeli di Dukuh Bareng, Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. Desa yang sudah terkenal sebagai sentra logam pandai besi tersebut bahkan sudah banyak peminatnya dari sejumlah daerah di Indonesia.
Kualitas produk yaitu pisau buatan dari Bareng pun dikenal bagus, sehingga pemasarannya tak hanya di Indonesia saja. Bahkan, salah satu perajin logam yakni M Sahri Baedlowi mengaku sering mengirim produknya sampai luar negeri.
Baca Juga: Kebut Pesanan Jelang Iduladha, Bonasih Mampu Produksi 4 Ribu Tusuk Sate Per Hari
“Untuk peminatnya kalau di Indonesia sudah hampir semua di daerah. Karena beberapa toko maupun perusahaan juga banyak yang sering pesan di sini. Jadi sekali kirim ya bisa sampai ribuan,” bebernya, saat ditemui di kediamannya Desa Hadipolo RT 2, RW 1, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Kamis (6/6/2024).
Pria yang juga menjabat ketua UMKM Logam Kudus itu menuturkan, produk pisau yang diproduksinya juga laku di Malaysia, China, dan Australia. Kualitas barang menjadi magnet tersendiri bagi konsumen luar negeri untuk memesan pisau yang diproduksi pria berusia 49 tahun tersebut.
“Kalau pisau yang saya kirim ke Malaysia, sebulan lalu. Saya juga pernah ngirim ke China dan untuk Australia pemesannya asli warga Indonesia yang tinggal di sana,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, untuk produk yang dijual ke luar negeri tentu berbeda dengan produk yang dijual di pasaran Indonesia. Menurutnya, produk ekspor menggunakan bahan dengan kualitas tinggi. Ketebalan dan ketajaman pisau yang dipesan juga menjadi prioritas utama.
“Untuk harga pisau yang dikirim ke luar negeri dengan harga Rp100 ribu ke atas. Sedangkan untuk pasaran di Indonesia, harganya pisau mulai Rp10-20 ribu,” rincinya.
Baca Juga: Jelang Iduladha, Pengrajin Besek Bambu di Welahan Ini Banjir Pesanan
Meskipun ada perbandingan harga yang sangat jauh, namun pihaknya mengaku menjamin kualitas barang yang diproduksinya juga tak kalah bagus dengan yang dikirim ke luar negeri. Sebab, ia ingin masyarakat dapat menggunakan pisau dengan bahan berkualitas namun harga yang terjangkau.
“Agar masyarakat bisa membeli dengan bahan yang bagus, tapi harga tetap sama dengan di pasaran,” imbuhnya.
Editor: Haikal Rosyada

