31 C
Kudus
Selasa, Juli 16, 2024

Baru 10 Pendaftar, SMP PGRI Jati Tunggu PPDB Online Berakhir

BETANEWS.ID, KUDUS – Memasuki hari keempat pendaftaran yang dilakukan SMP PGRI Jati, masih belum memenuhi target. Pasalnya, sekolah swasta banyak dikesampingkan para calon peserta didik, dan lebih memilih sekolah negeri. Seperti yang terjadi di SMP PGRI Jati, peminat pendaftar baru ada 10 orang.

Kepala SMP PGRI Jati, Tri Puji Rahayu mengatakan, bahwa pendaftaran di SMP tersebut membuka sebanyak-banyaknya pendaftar. Dan pihaknya berharap, pendaftar di sana bisa mencapai dua rombongan belajar (rombel) atau dengan kuota sekitar 74 orang di tahun ini.

Baca Juga: Pastikan Tak Ada Joki Coklit, Bawaslu Kudus Terjunkan 169 Pengawas

-Advertisement-

“Sesuai dengan pendaftaran yang sudah masuk ini sekitar ada 10 orang, jadi kami masih menunggu PPDB online di sekolah SMP negeri. Karena kami membuka pendaftaran tidak ada batasan sampai kapanpun, termasuk saat mulai masuk sekolah kami juga tetap akan buka, bagi siswa pindahan juga,” ungkapnya, Kamis (27/6/2024).

Ia menuturkan, membuka pendaftaran mulai 24 Juni 2024 lalu, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk siswa yang mendaftar ke sana banyak. Promosi ke media sosial seperti Facebook dan Instagram juga dilakukan untuk menggaet calon peserta didik (CPD).

“Sosialisasi ke media sosial Instagram dan Facebook juga sudah kami lakukan. Termasuk sekolah di sini juga ada ekstrakulikuler yang dapat diikuti siswa sebagai pemantik peserta didik sekolah di sini. Saya minta doanya, agar nanti siswa yang daftar ke sini juga banyak,” ujarnya.

Selain itu, pihak sekolah juga sudah bekerjasama dengan PB Champion (sekolah bulutangkis), yang berada tak jauh dari sekolah. Sebab, kebanyakan siswa PB Champion dari luar daerah, sehingga banyak yang bersekolah di sana.

“Kemarin juga ada CPD yang menitipkan untuk daftar di sini sebelum pendaftaran dibuka,” jelas wanita yang beralamat Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus tersebut.

Baca Juga: Ajak Warga Taat Bayar Pajak, Pemkab Kudus Kembali Gratiskan Denda PBB

Menurutnya, selama ini siswa yang bersekolah di sana dari berbagai daerah, seperti dari Kecamatan Jati, Undaan, dan dari luar Jawa. Ia mengaku, faktor sepinya peminat siswa, lantaran sekarang banyak sekolahan swasta bermunculan. Sehingga hal itu menjadi salah satu faktor di sana.

“Dulu banyak sekali siswa (yang bersekolah), karena sekarang banyak sekolah yang sekarang banyak jadi menjadi agak sepi. Harapannya, semoga bisa tambah banyak muridnya, anaknya soleh solehah,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
141,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER