BETANEWS.ID, KUDUS – Kolam retensi yang dibangun di Dukuh Gendok, Desa Jati Wetan, disebut jadi solusi ampuh penanganan banjir di Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Proyek yang menyedot anggaran hingga Rp350 miliar tersebut ditarget selesai akhir Desember 2024.
Direktur Teknis Lapangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Nisar Suci Raharjo menjelaskan, pembunganan kolam retensi mulai 17 Desember 2023 itu menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) Pemerintah Pusat. Sementara, progres pembangunan kolam retensi saat ini masih 16 persen.
“Pekerjaan masih meliputi pemasangan shite pile beton penahan tanah,” bebernya dilokasi pembangunan kolam retensi, Kamis (30/5/2024).
Baca juga: Tinjau Proyek Kolam Retensi, Masan: ‘InsyaAllah Banjir di Jati Akan Terselesaikan’
Nisar mengungkapkan, dana pembangunan kolam retensi bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) Pemerintah Pusat. Sementara, progres pembangunan kolam retensi saat ini masih 16 persen.
Dia mengungkapkan, luas pembangunan kolam retensi kurang lebih 5,5 hektare. Selain itu ada juga pembangunan long storage sepanjang 2,8 kilometer yang mengelilingi kolam retensi.
“Kolam retensi akan mampu menampung debit air hingga 150 ribu meter kubik. Nantinya juga akan dilengkapi dengan enam unit pompa polder, dengan total kapasitas kurang lebih 5 ribu meter kubik per detik,” ungkapnya.
Sementara untuk konsep penanganan banjirnya, kata Nisar, ketika musim hujan air yang ada di Kecamatan Kota dan Jati akan masuk ke kolam retensi melalui long storage. Kemudian, air di dalam kolam retensi dibuang ke Sungai Wulan.
“Proses pembuangan air ke Sungai Wulan bisa melalui pompa polder maupun pintu pembuangan. Hal itu tergantung kondisi debit air sungai,” jelasnya.
Baca juga: Demi Tanggulangi Banjir, Maskarhadi Rela Sawahnya Dibangun Kolam Retensi
Apabila debit air Sungai Wulan tinggi, lanjut Nisar, pembuangan akan dilakukan melalui pompa polder, karena posisi pintu pembuangan pasti terendam. Namun, ketika debit air sungai rendah maka pembuangan air dilakukan melalui pintu.
“Akan ada enam pintu pembuangan air di kolam retensi. Masing-masing pintu lebarnya empat meter persegi,” tuturnya.
Apabila kolam retensi selesai dibangun dan sudah dioperasikan, ungkap Nisar, akan mampu mengurangi sekira 80 persen dampak banjir di Kecamatan Jati dan Kecamatan Kota. Wilayah-wilayah yang biasanya terendam, kelak akan terbebas dari banjir.
Editor: Ahmad Muhlisin

