BETANEWS.ID, KUDUS – Kabupaten Kudus jadi tuan rumah Jambore Pokdarwis Jawa Tengah 2024 pada 17-19 Mei 2024. Jambore ke-18 ini bertempat di Balai Jagong dan Taman Krida dengan agenda tes tertulis, studi kasus, sarasehan, seni pertunjukan, aksi Sapta Pesona, dan pameran produk.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah, Agung Hariyadi, mengatakan, agenda tahunan ini dapat melatih masyarakat untuk menerima wisatawan lokal dan luar negeri dengan baik.

“Ini proyek kita (Pemerintah) untuk menggerakkan masyarakat desa agar mampu meningkatkan ekonomi. Sehingga harapannya, angka kemiskinan di desa akan turun,” ungkapnya, Sabtu (18/5/2024).
Baca juga: Pemkab Kudus Akan Beri Pelatihan Petani dan Peternak Pakai Dana Cukai
Ia menjelaskan, kurang lebih ada sebanyak 700 desa yang sudah menjadi desa wisata. Di antaranya, sekitar 35 desa sudah maju dengan pengembangan dan tingkat kunjungannya. Sementara ratusan lainnya masih di tahap berkembang dan baru rintisan desa wisata.
“Sudah banyak yang menjadi daya tarik wisatawan asing. Contohnya di Kandri, Kota Semarang, dan di Klaten. Mereka belajar seni wayang, karena orang asing suka dengan budaya, menjadi target kita juga,” tuturnya.
Ia menuturkan, rata-rata desa wisata sangat berkontribusi dalam meningkatkan kunjungan wisata. Menurutnya, setidaknya ada sekitar 5 juta kunjungan wisata di setiap daerah per tahunnya.
Baca juga: Miliki Keutuhan Fosil Capai 90 Persen, Jadi Keistimewaan Temuan di Bukit Patiayam
Penjabat (Pj) Bupati Kudus, Muhamad Hasan Chabibie, berterima kasih karena Kabupaten Kudus telah dipercaya menjadi tuan rumah Jambore Pokdarwis 2024 Jawa Tengah.
“Hal ini juga menunjukan bahwa, Kabupaten Kudus betul-betul siap untuk menggelar acara level provinsi, bahkan nasional. Sehingga ini menjadikan Kudus naik kelas lagi, bisa menjadi pintu masuk atau mercusuar beberapa kebudayaan yang ada di Jateng,” imbuhnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

