31 C
Kudus
Kamis, Mei 23, 2024

Miliki Keutuhan Fosil Capai 90 Persen, Jadi Keistimewaan Temuan di Bukit Patiayam

BETANEWS.ID, KUDUS – Fosil yang berada Museum Situs Purbakala Patiayam yang berada di Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, mempunyai sisi unik dan keistimewaan tersendiri di bandingkan di tempat lainnya terkait temuan fosilnya.

Di antara Fosil-fosil yang ditemukan di Bukit Patiayam tersebut, ada beberapa fosil yang hampir utuh menjadi satu kesatuan individu fosil purba.

Konservasi koleksi fosil purba koleksi dari Museum Situs Purbakala Patiayam. Foto: Umam

Bahkan keutuhan koleksi fosil yang berhasil ditemukan tersebut mencapai 80-90 persen. Koordinator Museum Situs Purbakala Patiayam, Jamin mengatakan, ada sebanyak lima tempat terdapat temuan fosil merupakan satu kesatuan individu hewan di jaman dulu.

-Advertisement-

Baca Juga: Konservasi Fosil di Museum Patiayam Kudus Baru Capai 10 Persen

“Kalau menurut saya koleksi di sini keistimewaannya, fosil ditemukan hampir utuh di satu titik koordinat yaitu mencapai 80-90 persen. Itu merupakan hal luar biasa, bahkan di sini ada lima tempat terdapat fosil yang hampir utuh,” bebernya, saat ditemui di Museum Situs Purbakala Patiayam, Rabu (15/5/2024).

Ia menjelaskan, fosil pertama yang hampir utuh ditemukan di Situs Slumprit, Desa Terban pada 2007 dan kembali ditemukan di lokasi yang berbeda pada 2008. Kemudian 2016, Museum Situs Purbakala Patiayam menemukan fosil hampir utuh lagi, saat pembangunan Waduk Logung dan saat ini fosilnya tak bisa diambil karena sudah tertutup air.

“Selanjutnya, di Desa Wangunrejo, Kecamatan Margorejo, Pati, juga ditemukan fosil gajah sama dengan tiga sebelumnya berjenis Stegodon Trigonocephalus tahun 2018. Terakhir pada 2023, arkeolog BRIN juga menemukan fosil hampir utuh di wilayah Ngasinan, Dukuh Krangit Baru, Desa Terban berjenis gajah Elephas,” tuturnya.

Kelima temuan di lokasi yang berbeda itu, diperkirakan memiliki keutuhan fosil capai 80-90 persen. Fosil yang ditemukan hampir utuh tersebut, ada yang dibiarkan di tempat dan kini dibuat objek wisata dengan gardu pandang untuk pengunjung. Menurutnya, yang terkahir ditemukan oleh arkeolog BRIN, rencananya juga akan dijadikan objek wisata berupa gardu pandang.

Baca Juga: Jadi Agenda Tahunan, Museum Situs Purbakala Patiayam Kembali Lakukan Konservasi Koleksi Fosil

“Untuk temuan spesies baru, terakhir kemarin yaitu gajah dengan jenis Elephas. Setelahnya hingga sekarang belum ada temuan spesies baru lagi. Paling temuan fosil dengan katagori bovidae atau keluarga kerbau, sapi, badak, dan sejenisnya,” tuturnya.

Ia menuturkan, hasil temuan fosil yang hampir utuh tersebut tak bisa direkonstruksi menjadi satu kesatuan hewan lagi, dengan beberapa alasan. Sebab, fosil temuan yang diperkirakan berumur 300 ribu tahun hingga jutaan tahun tersebut rawan rusak dan patah. (adv)

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
137,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER