Konservasi Fosil di Museum Patiayam Kudus Baru Capai 10 Persen

BETANEWS.ID, KUDUS – Hingga saat ini, baru sepuluh persen dari 10.800 koleksi fosil purba di Museum Situs Purbakala Patiayam yang telah dikonservasi.

Artinya masih banyak fosil yang belum dikonservasi oleh tim ahli, mengingat tahapan konservasi yang rumit dan membutuhkan waktu yang cukup lama.

Konservasi koleksi fosil purba koleksi dari Museum Situs Purbakala Patiayam. Foto: Umam

Koordinator Museum Situs Purbakala Patiayam, Jamin mengatakan, konservasi yang melibatkan tenaga ahli dari Museum dan Cagar Budaya (Unit Sangiran) sejak 2021 lalu hingga sekarang, baru ada sebanyak ratusan fosil atau setidaknya 10 persen yang dikonservasi.

-Advertisement-

Baca Juga: Jadi Agenda Tahunan, Museum Situs Purbakala Patiayam Kembali Lakukan Konservasi Koleksi Fosil

“Kalau persennya belum sampai 15 persen karena kita mempunyai sebanyak 10 ribu lebih koleksi fosil. Konservasi yang kita mulai 2021 sampai sekarang dengan melibatkan MCB Unit Sangiran kurang lebih baru ratusan, sekitar 10 persennya. Masih banyak yang belum dikonservasi,” bebernya saat ditemui di ruang laboratorium Museum Situs Purbakala Patiayam, Selasa (14/5/2024).

Meski begitu, untuk merawat keawetan fosil, pihaknya secara rutin melakukan perawatan harian berkala. Sehingga fosil yang belum dilakukan konservasi oleh tenaga ahli masih aman dan terawat hingga saat ini.

“Demi keawetan fosil, kita selalu melakukan perawatan harian, jadi tetap aman. Untuk konservasi yang melibatkan tenaga ahli itu, bertujuan untuk mendetailkan fosil yang ada,” ujarnya.

Jamin menuturkan, kegiatan konservasi yang dilakukan secara rutin setiap tahunnya itu diharapkan menjadi kegiatan keberlanjutan. Sebab katanya, hal itu merupakan kegiatan positif untuk menjaga perawatan koleksi fosil yang ada di Museum Situs Purbakala Patiayam.

Baca Juga: DPRD Kudus Gelar Rapat Paripurna 6 Ranperda Usulan, Ini Daftarnya

“Harapan kami otomatis mudah-mudahan bisa berkelanjutan pertahun. Karena dengan adanya kegiatan ini nanti bisa memperjelas temuan yang ada di Museum Situs Purbakala Patiayam,” jelasnya.

Ia menyebut, dalam kegiatan konservasi koleksi fosil tahun ini, tidak membedakan antara temuan baru ataupun temuan lama. Pada acuannya, fosil yang dikonservasi masing-masing mewakili per lingkungan. Sebab, di Bukit Patiayam mengalami tiga fase lingkungan yakni lautan, rawa, dan darat.

“Selain itu, di tahun ini kita juga memilih fosil yang memang tidak mengalami kerusakan parah. Hal itu untuk mempercepat konservasi, dimana target di tahun ini ada sebanyak 35 fragmen terdiri dari tiga spesies, baik dari lingkungan laut, rawa, dan darat,” ujarnya. (adv)

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER