31 C
Kudus
Senin, Mei 20, 2024

Melon Capai Harga Tertinggi tapi Petani Kudus Malah Merugi, Kok Bisa?

BETANEWS.ID, KUDUS – Di area persawahan Kelurahan Mlati Kidul, Kecamatan/Kabupaten Kudus, terlihat beberapa orang sedang memanen melon. Mereka lantas mengangkutnya ke sebelah SMK Bhakti, tempat parkir truk pengangkut.

Namun, ada yang berbeda dengan panen melon kali ini. Buah berwarna hijau itu tampak kecil-kecil. Bahkan menurut sang penebas, Jumadi, kondisi ini menyebabkan petani dan penebas rugi.

Menurutnya, dengan luas lahan sawah 5.600 meter persegi, hanya mampu menghasilkan dua ton melon. Padahal seharusnya, untuk ukuran tersebut dapat menghasilkan 16 ton. Dengan kondisi ini, hampir semua petani melon merugi.

-Advertisement-

Baca juga: Harga Gula di Kudus Masih Tinggi, Rp17,5 Ribu Per Kilogram

Ia menuturkan, sebetulnya untuk harga melon jenis pertiwi atau jenis lokal sedang melambung tinggi mencapai Rp 11 ribu per kilogram di tingkat petani.

“Harga Rp11 ribu, merupakan harga tertinggi, karena tahun-tahun sebelumnya tidak pernah sampai Rp11 ribu. Pernah paling tinggi itu di harga Rp10 ribu,” ungkap warga Desa Gulang RT 4 RW 4, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus tersebut, Selasa (7/5/2024).

Menurutnya, faktor yang mempengaruhi harga melon melambung tinggi, karena permintaan melon di cuaca panas seperti ini meningkat. Sedangkan, untuk barang yang tersedia sangat  terbatas, karena kebanyakan petani gagal panen.

“Saat ini sebenarnya banyak permintaan. Bakul pada telpon semua minta barang, tapi barang saat ini sedang menipis, gegara gagal panen. Ini panen terakhir, karena sudah tidak ada barang lagi,” jelas pria berusia 42 tahun tersebut.

Baca juga: PG Rendeng Akan Segera Giling, Rendemen Diharapkan Bisa 7 Persen

Dalam menebas melon tersebut, pihaknya mengaku hanya membayar Rp8,5 juta untuk semua buah yang tumbuh, dengan luas lahan 5.600 meter persegi. Melon tersebut, katanya akan disetorkan ke bakul di Pasar Bitingan Kudus.

“Kalau biasanya, saya mengirim di lokal Kudus. Namun selain itu juga sampai Indramayu, Pemalang, Kendal, Penggaron,” terangnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
137,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER