31 C
Kudus
Kamis, Mei 23, 2024

Harga Gula di Kudus Masih Tinggi, Rp17,5 Ribu Per Kilogram

BETANEWS.ID, KUDUS – Harga gula pasir di Kudus sempat melambung hingga mencapai Rp18 ribu per kilogram beberapa waktu yang lalu. Saat ini harga gula pasir pun masih tinggi, meski beberapa hari terakhir sempat turun.

Seperti yang ada di pasar tradisional yaitu Pasar Bitingan Kudus, harga gula saat ini masih di kisaran Rp17,5 ribu per kilogram.

Baca Juga: PG Rendeng Akan Segera Giling, Rendemen Diharapkan Bisa 7 Persen

-Advertisement-

Salah satu pedagang di Pasar Bitingan Kudus, Suko Raharjo mengatakan, saat ini harga gula di tokonya terbilang stabil dan mulai mengalami penurunan. Menurutnya, harga gula paling tinggi mencapai Rp18 ribu per kilogramnya setelah lebaran.

“Sekarang harga gula Rp17,5 ribu perkilogram. Sebenarnya harga itu stabil dan mulai ada penurunan. Karena sebelumnya harga gula mencapai Rp18 ribu perkilogramnya,” bebernya saat ditemui di tokonya, Toko Sulasih lantai dua Pasar Bitingan, Jumat (3/5/2024).

Ia menjelaskan, harga gula yang menyentuh harga tertinggi, menurutnya hanya berselang beberapa hari saja. Kemudian harga mulai ada penurunan Rp100, hingga saat masih di angka Rp 17,5 ribu. Harga tersebut masih terbilang tinggi, sebab harga normalnya Rp14-15 ribu.

“Puncak harga mahalnya gula kemarin sehabis lebaran. Alhamdulillah ini mulai ada penurunan harga, katanya PG rendeng akan giling, kemungkinan dan saya berharap harga kembali normal seperti biasa. Harga di pasar normal gula Rp14-15 ribu. Itu memberatkan konsumen,” tuturnya.

Hal tersebut membuat daya beli masyarakat semakin berkurang. Bahkan para pembeli harus mengurangi porsi belanjaannya. Dimana biasa membeli satu kilogram, kini hanya membeli setengahnya.

“Sangat mempengaruhi penjualan, karena kurang seimbang harganya segitu. Kalau dipatok 14 ribu, masih seimbangan dengan barang lainnya daya beli masyarakat. Biasanya bisa menjual 80 persen, sekarang mungkin ya paling 50 persen,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, faktor utama kenaikan harga gula dipengaruhi karena cuaca ekstrim. Selain itu petani tebu juga banyak yang mengalami gagal panen. Sedangkan permintaan pasar sangat tinggi, sehingga harga melonjak tinggi.

“Faktornya cuaca ektrim dan tanaman tebu gagal panen serta hasil menurun. Apalagi dengan permintaan pasar yang tinggi di saat mau lebaran. Semoga saja sebentar saja harga bisa stabil secepat supanya mereka (konsumen) tidak menjerit,” katanya.

Baca Juga: Kirab Pengantin Tebu Tandai Masa Giling PG Rendeng, Target Mampu Produksi 20 Ribu Ton Gula

Pedagang lain, Sanah juga mengungkapkan hal sama, saat ini harga gula masih tinggi. Sebagai toko yang menjual secara ecer, harga di tempatnya masih Rp18 ribu per kilogramnya. Meski begitu, masih banyak pembeli yang tetap menjajakan gula di tengah harga yang tinggi, karena merupakan kebutuhan pokok.

“Untuk konsumen tetap masih ada yang beli lah mas, karena gula kan memang kebutuhan pokok. Sehingga tetap dibeli meski harga tinggi. Dan saya rasa masih seperti pada umumnya, artinya tidak ada perubahan,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
137,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER