Kirab Pengantin Tebu Tandai Masa Giling PG Rendeng, Target Mampu Produksi 20 Ribu Ton Gula

BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan orang dengan memegang batang tebu tampak berjajar di seberang Pabrik Gula (PG) Rendeng. Tak selang lama mereka pun berjalan memasuki area PG Rendeng dengan didahului seni barongan. Itu adalah kirab temanten tebu sebagai penanda awal dimuali musim giling di PG Rendeng.

Terdapat sepasang pengantin tebu dikirab tersebut antara tebu jantan bernama Bagus Wisnu Nugroho dan tebu perempuan bernama Roro Sekar Arum. Dan terdapat kurang lebih 30 tebu pengiring.

Baca Juga: Ritual Larung Sesaji Kepala Kerbau jadi Keharusan, Panitia: ‘Kalau Tidak, Sugestinya Ada Korban’

-Advertisement-

Sesampainya di halaman PG Rendeng, kemudian dilanjutkan prosesi serah terima pengantin tebu dari Bagian Tata Angkut kepada Manager Tanaman. Lalu serah-terima dilanjut dari manager tanaman kepada general manger. Dilanjut tebu temanten diserahkan ke bagian pabrik, yakni Manager Teknik dan Pengolahan.

Setelah itu, salah tebu pengantin diserahkan kepada Penjabat (Pj) Bupati Kudus, Muhammad Hasan Chabibie untuk dimasukan ke dalam mesin penggiling. Kemudian dilanjut tebu-tebu lainnya dan musim giling tebu di PG Rendeng pun dimulai.

Hasan mengatakan, kirab pengantin sebelum dimulai masa giling di PG Rendeng merupakan bagian dari tradisi dan karifan lokal. Selain itu, juga sebagai rasa sukur kepada Allah SWT atas hasil panen tebu.

“Ini adalah sebuah tradisi dan kearifan lokal. Jadi tidak ada masalah dipertahankan. Karena ini bagian dari rasa sukur kita kepada Allah atas produksi tebu yang bagus di tahun ini,” ujar Hasan kepada Betanews.id usai prosesi pengantin tebu, Kamis (2/5/2024).

General Manager PG Rendeng, Erwin Fitri Harmoko mengungkapkan, tiap memasuki masa giling tebu di PG Rendeng pasti didahului acara kirab pengantin tebu. Sebab, hal itu bagian dari kearifan lokal.

“Pengantin tebu pria diambil dari sawah Desa Pedawang, Kecamatan Bae. Sementara pengantin tebu wanita itu diambil dari sawah di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo,” ujarnya.

Baca Juga: Kupatan Bulusan di Jekulo Kudus Sedot Animo Warga

Sementara untuk produksinya, lanjut Erwin, di tahun 2024 ini PG Rendeng akan mengolah sebanyak 300 ribu ton. Dengan waktu produksi antara empat hingga lima bulan.

“Target kami, PG Rendeng nantinya bisa memproduksi kurang lebih 20 ribu ton. Jumlah tersebut naik sekira 80 persen dibanding tahun sebelumnya,” bebernya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER