31 C
Kudus
Minggu, Mei 19, 2024

Relakan Karir Impian, Hana Nekad Buka Usaha Hijab Sulam di Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Richanah Al Fathimy (34) tampak terampil menyulam hijab warna biru di Toko Pusat Hijab Polos dan Sulam di Jalan Turaichan Adjhuri, Desa Langgardalem, Kecamatan/Kabupaten Kudus tepatnya depan MA TBS. Dengan berbagai pernak-pernik yang ada di sampingnya, ia merangkai menjadi karya seni yang indah.

Hijab sulam memang jadi salah satu produknya yang laris menis dicari pembeli. Tak hanya menyediakan hijab siap pakai, ia juga melayani para pelanggan yang hendak menyulam hijabnya.

Hijab sulam yang dijual di depan MA TBS, Desa Langgardalem, Kudus. Foto: Anita Purnama

“Sebelumnya memang sudah suka nyulam-nyulam gitu dari dulu belajar lewat YouTube, dan memang keluarga kebanyakan punya usaha jahit, bordir gitu jadi, ya, tanya-tanya juga. Dan baru benar-benar ditekuni itu sejak dua tahun lalu setelah resign dari pekerjaan,” terang Hana saat ditemui, Jumat (1/3/2024).

Baca juga: Kisah Kesuksesan Arifin Rintis Usaha Servis Komputer Bermodal Rp160 Ribu  

Meskipun begitu, Hana mengatakan sempat bimbang dengan keputusannya setelah keluar dari perusahaan swasta di Kudus. Dirinya menyebut, sempat kebingungan dan merasa bosan setelah memutuskan untuk resign.

“Karena biasanya kan di kantor ada kerjaan, jadi pas keluar bingung mau ngapain selain ngurus anak. Akhirnya, coba fokus jualan jilbab sulam aja. Karena, kan, sebelumnya memang sudah jualan online jilbab sulam,” ungkap anak pertama dari enam bersaudara itu.

Selanjutnya, dirinya mengatakan sempat merasa berat hati lantaran harus meninggalkan karir yang sebelumnya sangat diinginkan yakni bekerja di sebuah perusahaan. Meskipun begitu, menurutnya mungkin itu adalah keputusan yang baik untuknya dan keluarga.

“Kerja di sana sekitar 12 tahunan, impiannya dulu itu kerja di kantor gitu. Karena ibaratnya warga Kudus Kulon kan kebanyakan wirausaha gitu karena masih lekat dengan Gusjigang. Saya penginnya melenceng dari itu tapi ujung-ujungnya tetap jadi wirausaha,” ucapnya.

Baca juga: Awalnya Coba-Coba, Pipit Tak Menyangka Kedai Bakminya Kini Laris Diburu Pembeli 

Disamping itu, Hana menyebut selama membuka usaha jilbab sulam tidak selalu berjalan lancar, lantaran persaingan yang cukup besar antar pelaku usaha khususnya dibidang jilbab.

-Advertisement-

“Persaingannya ternyata luar biasa, sempat pernah diDM sama orang dibilang jangan tiru-tiru produk sulam lah, dibilang menjatuhkan harga pasar. Cukup kaget sih apalagi kan aku lagi pertama kali buka offline store juga,” tambahnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Anita Purnama
Anita Purnama
Jurnalis Beta Media

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
30,973PengikutMengikuti
137,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER