Kemudian pada 1990-1992, KH Syafiq Nashan mulai membangun pondok pesantren di kediamannya. Satu tahun kemudian pada 1993, pondok pesantren yang diberi naman An-Nur itu resmi dibuka untuk santri putra.
“Pertama kali berdiri kita membuka untuk santri putra saja. Kemudian semakin berkembang, dan akhirnya membuka pondok untuk santri putri juga,” benernya.
Baca juga: Dibangun Sunan Kudus dan Arya Penangsang, Begini Sejarah Masjid Wali Jepang
Hingga saat ini, ada sekitar 80 santri di sana. Menurutnya, setelah KH Syafiq Nashan wafat, Ponpes An-Nur sempat mengalami penurunan.
“Terbanyak itu kurang lebih ada 150 santri. Biasanya setelah pendirinya meninggal, kan, memang ada penurunan. Tapi alhamdulillahnya hingga sekarang masih tetap berjalan,” Imbuhnya.
Penulis: Ihza Miftahul Huda, Mahasiswa Magang Unisnu
Editor: Ahmad Rosyidi

