BETANEWS.ID, KUDUS – Siapa yang bilang harga-harga kuliner di Dandangan mahal? Tidak ada yang mahal bagi wong Kudus, mereka terkesan biasa saja dan tak kaget dengan harga yang dipatok para penjual.
Sejumlah pengunjung tampak menikmati makanan kuliner yang dibeli di beberapa stand, sembari berjalan kaki di sepanjang lokasi stand Tradisi Dandangan Kudus. Mulai dari anak-anak, pemuda-pemudi, hingga orang tua tumplek blek di tradisi menyambut datangnya bulan suci Ramadan di Kabupaten Kudus tersebut.
Baca Juga: Enam Warga Undaan Tengah Terpapar DBD, Desa Lakukan Fogging Mandiri
Tradisi Dandangan tahun ini yang dibuka sejak 1 Maret 2024 lalu itu menjadi magnet bagi masyarakat Kudus, terlebih juga ada beberapa warga luar Kudus yang sengaja menyempatkan waktu datang ke sana. Meski sejumlah kuliner yang dijual di stand Dandangan diketahui dijual dengan harga ‘mremo’, namun pengunjung, terutama warga Kudus tak kaget dengan harga yang dijual.
Bahkan mereka masih menganggap harga tersebut masih standar. Mengingat stand yang berada di Tradisi Dandangan Kudus, harganya juga mahal.
Salah satu pengunjung, Laili Khusni mengatakan, harga kuliner yang dijual di stand Tradisi Dandangan dianggap masih dijual dengan harga yang standar. Warga Kelurahan Purwosari, Kecamatan/Kabupaten Kudus itu datang bersama dua adiknya berkeliling dengan berjalan kaki menikmati suasana malam di Dandangan.
“Ini tadi sudah muter, yang kemarin pake motor, paling sekilas-kilas aja gitu. Menurut saya untuk kuliner harga yang dijual ini masih standar, karena kemarin memang ada beberapa kuliner yang memang yang gak kayak tahun kemarin,” bebernya, belum lama ini.
Ia menuturkan, kesannya datang di tradisi peninggalan Sunan Kudus itu, senang sekali. Sebab, selalu diadakan setiap tahunnya. Namun pihaknya mengaku, tahun ini tidak seperti tahun kemarin yang jauh lebih ramai.
“Mungkin ada beberapa space yang kosong, di depan Pendopo (Kabupaten Kudus) kan kosong, jadi kayak pengunjung kalau posisinya kosong kan terasa capeknya, kalau ada stan kan lebih enak, jadi tidak terasa capeknya,” ungkapnya.
Pengunjung lain, yakni Alfa Husna, sudah dua kali ini datang ke Dandangan Kudus di tahun ini. Bersama dua teman kerjanya, wanita asal Kecamatan Gebog Kudus itu mengaku, harga kuliner di sana menurutnya worth it bagi pengunjung yang memiliki banyak uang.
“Harga masih pada umumnya, tadi membeli cumi bakar, tanggulu, dan sebagainya. Saya rasa worth it lah bagi kalian yang sudah bekerja. Untuk yang belum bekerja bisa dipikir tiga kali,” ungkapnya sambil tertawa.
Ia menuturkan, rata-rata harga yang dijual di stand Dandangan mulai dari Rp25 ribu sampai Rp35 ribu untuk satu porsi kuliner. Meski begitu, pihaknya gak bosen datang ke Dandangan karena sangat berkesan bagi dirinya. Menurutnya, tradisi yang digelar setiap satu tahun sekali itu sangat ia tunggu.
Meski begitu, ada juga pengunjung yang berpendapat jika kuliner yang dijual di Dandangan Kudus itu mahal. Pria bernama Yudi menjelaskan, harga kuliner makanan maupun minuman di sana dijual diatas harga normalnya.
Baca Juga: Sedang Diperbaiki, Kendaraan Berat Dilarang Lewat Jembatan Kalirejo Kudus
“Kalau saya pribadi, karena ini musimnya emang momen mremo, untuk kalangan ke bawah agak mahal. Karena kalau ke sini kan bawa anak-anak, gak mungkin memilih makanan satu saja. Jadi untuk harganya kurang murah,” ujar pria asal Desa Honggosoco, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus itu.
Yudi menyebut, membeli jamur, es krim, dan minuman di stand Dandangan dengan harga bervariasi. Mulai dari Rp20-25 ribu. Menurutnya, harga tersebut di atas harga normalnya yang berkisar Rp5-10 ribu
Editor: Haikal Rosyada

