BETANEWS.ID, KUDUS – Sashie Wulandari siang itu tampak sibuk membuat kue kering pesanan konsumennya. Dibantu satu orang, pihaknya saat ini bahkan kebanjiran order kue kering lebaran, meski awalnya ia mengaku tak sengaja.
Sashie begitu ia akrab disapa menuturkan, dari awalnya ia membuat kue kering hanya untuk dikonsumsi keluarganya sendiri, karena memang camilan tersebut merupakan menu wajib di keluarganya. Justru langkahnya memposting di status WhatsApp membawa keberkahan tersendiri karena begitu diposting langsung banyak permintaan.
Baca Juga: Tak Tersentuh Bantuan, Warga Miskin Kudus Ngais Gabah Sisa Panen yang Kebanjiran
“Jadi tidak sengaja membuat kue kering ini untuk permintaan konsumen, mas. Karena memang fokusnya di produksi stik Godhong Kresen. Apalagi permintaan stik Godhong Kresen sudah banyak, sehingga untuk kue kering ini hanya melayani sedikit saja,” bebernya, saat ditemui, Sabtu (30/3/2024).
Menurutnya, setidaknya hanya membuat masing 20 toples dan saat ini sudah close order. Artinya ia tidak mau lagi ada pesanan kue kering, lantaran masih banyak pesanan stik Godhong Kresen yang sampai saat ini belum ia selesaikan.
“Untuk varian kue kering di sini ada dua, yaitu kue kering Pril dengan selai nanas dan kue kering kacang. Semuanya saya membuat 20 toples saja, karena hanya melayani permintaan yang sudah terlanjur pesan,” jelasnya.
Ia menjelaskan, untuk harga kue kering per toples dengan berat 370 gram, masing-masing harganya Rp20 ribu. Meski ada banyak permintaan pesanan kue kering, namun pihaknya mengaku lebih berfokus untuk memproduksi Stik Godhong Kresen.
“Untuk permintaan dari lokal Kudus sendiri, kebanyakan teman dan saudara. Malah mereka juga meminta dibuatkan yang macem-macem lagi, saya ya bilang ini saja,” ujarnya.
Baca Juga: Awalnya Jualan di Pinggir Jalan, Maria Kini Jadi Jujugan Penjual Kembang Api di Muria Raya
Ia mengaku, jika tidak di close order, permintaan terus berdatangan. Sebab teman-temannya ingin dibuatkan berbagai macam kue kering untuk lebaran. Lantaran ingin menjaga dan mempertahankan produk utamanya, saat ini ia sudah menutup permintaan order.
“Kalau permintaan sebenarnya lumayan mas, mulai sepekan yang lalu. Tapi kalau permintaan itu tidak dickose semakin banyak lagi,” imbuh wanita berusi 41 tahun tersebut.
Editor; Haikal Rosyada

