BETANEWS.ID, KUDUS – Jembatan peninggalan Belanda yang berada di Dukuh Karangsambung, Desa/Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus akan segera dibangun tahun ini. Jembatan penghubung Kecamatan Bae dan Gebog tersebut sudah lama dikeluhkan masyarakat karena terlalu sempit dan sering bikin padat arus lalu lintas.
Penjabat (Pj) Bupati Kudus, Muhamad Hasan Chabibie, mengatakan, Jembatan Karangsambung akan dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan anggaran Rp40 miliar.
Hasan mengungkapkan, ketika Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono datang meninjau banjir di Demak, dia secara khusus menyampaikan beberapa keluhan masyarakat Kudus, di antaranya adalah jembatan Karangsambung.
Baca juga: Jembatan Karangsambung yang Sempit dan Bikin Macet ini Ternyata Peninggalan Belanda
“Saya sampaikan keluhan itu. Sebab pembangunan jembatan itu butuh biaya yang banyak dan tidak mungkin menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD),” bebernya usai membuka Konferensi Kabupaten (Konferkab) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kudus, di lantai 3 Dinas Komunikasi Informatika, Sabtu (9/3/2024).
Menurut Hasan, keluhannya itu langsung disambut Basuki. Waktu itu, Basuki langsung memanggil staffnya untuk dilakukan assesment.
“Saat ini proses pembangunan jembatan masih tahap perencanaan. Tapi Pak Basukibilang akhir tahun ini (2024) jembatan selesai dibangun,” ungkapnya.
Baca juga: Perbaikan Jembatan Kalirejo Kudus Sudah Dimulai, Target Rampung Akhir Maret
Hasan mengatakan, jembatan Karangsambung akan dibangun dan diperlebar dari tiga meter menjadi tujuh meter dengan panjang tetap 50 meter. Dengan begitu, jembatan nanti bisa buat simpangan dua mobil sekaligus.
“Kita berdoa bersama semoga pembangunan jembatan Karangsambung segera dimulai dan direalisasikan,” harapnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

