BETANEWS.ID, PATI – Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus, menjadi salah satu lokasi yang terdampak banjir cukup parah di Kabupaten Pati. Di tempat ini, banjir tidak hanya merendam pemukimam warga, namun juga areal persawahan.
Tercatat, setidaknya ada 55 hektare lahan persawahan warga yang terendam banjir. Akibatnya, tanaman padi milik petani juga banyak yang terendam.
Baca Juga: Kementan Ikut Turun Tangan Soal Bantuan Petani dari BNPB yang Tak Kunjung Cair
Kondisi ini, membuat sebagian petani terpaksa harus melakukan panen dini sebagian besar gagal panen. Hal ini untuk mengantisipasi adanya kerugian yang lebih banyak, akibat padi rusak.
Sudiman, Kepala Desa Banjarsari mengatakan, akibat banjir ini, kerugian yang dialami oleh petani mencapai Rp1.150.000.000
“Ya gagal panen semua. Kalaupun ada padi yang bisa diambil ya paling tidak sampai satu hektare,” ujar Sudiman, Sabtu (23/3/2024).
Untuk padi yang masih bisa diselamatkan, katanya, untuk proses memanen dilakukan secara manual dan menggunakan perahu. Namun, untuk kualitasnya berkurang, karena terhitung masih padi muda.
Sementara untuk rumah penduduk di desanya yang terdampak banjir sebanyak 196 rumah. Sedangkan untuk jumlah KK terhitung sebanyak 246. Kemudian, untuk jumlah jiwa sebanyak 295.
Ia menyebut, lokasi yang terdampak banjir sebanyak 2 RT untuk di Dukuh Bitheng. Sedangkan di Banjarsari sebanyak 8 RT.
Baca Juga: Kementan Siapkan Upah Panen Padi Manual Bagi Petani yang Sawahnya Kebanjiran
“Semua tergenang air. Akses jalan poros tidak bisa dilewati sepeda motor maupun mobil. Kedalaman air mencapai 79 cm hingga 1 meter,” ungkapnya.
Sedangkan untuk aktivitas warga, menurutnya masih seperti biasa, meski terhambat. Di antaranya ada yang bekerja di pabrik, di sawah hingga memelihara ternak.
Editor: Haikal Rosyada

