Kementan Ikut Turun Tangan Soal Bantuan Petani dari BNPB yang Tak Kunjung Cair

BETANEWS.ID, PATI – Kementerian Pertanian (Kementan) RI akhirnya ikut turun tangan terkait dengan bantuan stimulan bagi petani gagal panen akibat banjir. Bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tahun 2023 itu, hingga kini tak kunjung cair.

Direktur Jenderal (Dirjen) Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Suwandi yang saat melakukan kunjungan kerja di Pati langsung menghubungi pihak BNPB melalui sambungan telepon. Hal itu dilakukan usai dirinya mendapatkan aduan dari petani.

Baca Juga: Kementan Siapkan Upah Panen Padi Manual Bagi Petani yang Sawahnya Kebanjiran

-Advertisement-

Disaksikan Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro dan sejumlah pejabat, Suwandi berbincang dengan salah satu pejabat di BNPB mengenai bantuan itu.

Usai menelepon, dirinya kemudian menyampaikan kepada sejumlah perwakilan kelompok tani yang hadir dalam kunjungan kerja Mentan RI di Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus, Pati, yang diwakili Suwandi pada Jumat (22/3/2024).

“Tadi sudah saya sampaikan terkait keluhan dari petani soal bantuan stimulan yang Rp 8 juta per hektare itu. Jawabannya adalah, sudah realisasi yang 2023,” kata Suwandi yang disambut tepuk tangan dari petani.

Bagi yang belum dan untuk bantuan 2024, dirinya menyebut, nantinya Sekda Kabupaten diminta untuk berkoordinasi dengan Sekda Provinsi Jawa Tengah.

“Artinya levelnya ada di sekda. Nantinya kebijakannya seperti apa dan apa yang akan diputuskan,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, bahwa ada ribuan petani yang tergabung dalam 171 kelompok tani, yang tercatat mendapatkan bantuan stimulan akibat gagal panen pada tahun 2023. Namun, hingga kini bantuan itu belum juga cair, padahal penyerahan secara simbolis dari Presiden Joko Widodo sudah dilakukan sebanyak dua kali.

Marzuki, Koordinator Kelompok Tani se-Kabupaten Pati mengatakan, hingga kini belum ada satupun petani yang bisa mencairkan bantuan tersebut.

“Belum ada mas, belum ada sama sekali. Sebelumnya sudah ada penyerahan simbolis oleh Pak Presiden di Pekalongan pada tanggal 13 Desember 2023 dan di Grobogan tanggal 23 Januari 2024. Tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan,” ujar Marzuki, Rabu (20/3/2024).

Ia menyebut, ketika penyerahan secara simbolis, Presiden Jokowi mengatakan, bahwa bantuan untuk petani itu agar segera digunakan untuk modal tanam pada Musim Tanam (MT) I. Namun, hingga sekarang belum ada kejelasan terkait pencairan bantuan tersebut.

Secara administrasi, menurutnya sudah tidak ada persoalan lagi. Sebab, dari pihak terkait sudah melakukan verifikasi mengenai data yang diajukan oleh kelompok tani.

Baca Juga: Soal Penetapan Status Darurat Bencana Banjir, Pemkab Pati ‘Tunggu’ Ada Korban Jiwa

“Kalau data sebenarnya sudah clear, tidak ada permasalahan. Awalnya kami dioyak-oyak soal data itu, dan itu semua sudah valid oleh dinas terkait. Tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan informasinya,” ungkapnya.

Di Pati, ia menyebut ada sebanyak 171 kelompok tani yang seharusnya mendapatkan bantuan itu. Kelompok tani itu tersebar di 8 kecamatan. Yakni di Kecamatan Sukolilo, Kayen, Gabus, Pati, Wedarijaksa, Margorejo, Jakenan dan Juwana.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER