BETANEWS.ID, JEPARA – Hujan yang mengguyur Kabupaten Jepara sejak Jumat (8/3/2024) mulai menyebabkan banjir di permukiman warga di beberapa titik. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara, Kamis (13/3/2024), banjir dengan ketinggian mulai dari 15-40 centimeter menggenangi empat desa.
Untuk Desa/Kecamatan Welahan, ada enam rumah warga di RT 1 RW 1 yang tergenang air dengan ketinggian 15 cm. Kemudian banjir dengan ketinggian 15-25 cm juga terjadi di RT 02/RW 01 yang menyebabkan 29 rumah kebanjiran.
Kemudian banjir juga terjadi di Desa Kedungsarimulyo, Kecamatan Welahan. Banjir dengan ketinggian 20-40 cm menggenangi permukiman warga di RT 4 dan 5 RW 1, RT 6 RW 2, dan RT 9 dan 11 RW 3.
Baca juga: Tinggi Gelombang di Laut Jepara Capai 2,5 Meter, Nelayan Tak Berani Melaut
Banjir juga terjadi di Desa Kaliombo, Kecamatan Pecangaan. Selain menggenangi rumah warga, air juga menggenangi lahan persawahan. Peemukiman warga yang terdampak banjir yaitu RT 3 RW 1 dan RT 5 RW 2 dengan ketinggian air 15-20 cm.
Banjir juga kembali menggenangi permukiman warga di Desa Sowan Kidul, RT 2 dan 3 RW 2, Kecamatan Kedung dengan ketinggian air 40-50 cm. Namun, terjadinya banjir di empat desa tersebut sampai saat ini dilaporkan bahwa aktivitas warga masih dapat berjalan normal.
Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi, BPBD Jepara, Muh Ali Wibowo, mengatakan, banjir di empat desa tersebut diakibatkan oleh meluapnya air sungai.
“Rata-rata ini karena curah hujan yang tinggi dan terjadi secara terus menerus sehingga air di sungai ini meluap, namun ketinggian saat ini masih aman,” katanya saat dihubungi melalui telepon.
Baca juga: Tanggul Sungai Piji dan Dawe Jebol, Mejobo Kudus Dikepung Banjir
Selain karena meluapnya air, banjir juga menggenangi jalan akibat drainase tidak mampu menahan air. Kondisi tersebut terjadi di Desa Robayan, Kecamatan Kalinyamatan; Desa Kalipucang Wetan, Kecamatan Welahan; Desa Paren dan Desa Mayong Lor, Kecamatan Mayong.
Selain itu, banjir juga terjadi di Desa Batukali, Kecamatan Pecangaan yang merendam 200 hektare lahan sawah milik warga.
“Untuk sementara, sampai sekarang masih kita pantau terus kondisinya semoga tidak sampai ada tanggul yang jebol. Kalaupun ada kemarin sudah kita tanggulangi dengan ditahan menggunakan sak yang kita isi tanah,” ujarnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

