BETANEWS.ID, JEPARA – Kepulan asap dan suasana panas yang berasal dari kompor kayu langsung terasa saat memasuki ruang penggorengan kue Keciput Lala Jaya di Gang Rukem Dua, Desa Kalipucang Wetan, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara.
Meskipun panas, tangan Mujianto (52), Pemilik Keciput Lala Jaya begitu sigap mengangkat keciput kemudian meniriskannya di samping penggorengan.
Baca Juga: Tersangka Tambak Udang Karimunjawa Bakal Dikenakan Pasal Berlapis
Ia bercerita, bahwa terpaksa beralih menggunakan kompor kayu untuk memproduksi keciput karena tidak mendapatkan gas elpiji 3 kg. Sedangkan pesanan kue Keciput untuk musim lebaran sudah datang dua bulan sebelumnya.
“Baru pas awal puasa goreng pakai kayu, biasanya pakai gas. Karena gasnya susah kalau ngandelin nungguin dapet ya kacau semua nanti pesanan,” katanya sembari menjaga Keciput yang sedang digoreng, Sabtu (23/3/2024).
Namun hal tersebut menurutnya juga memiliki dampak positif, sebab mengurangi biaya produksi. Dalam sehari, biasanya ia bisa menghabiskan enam tabung gas elpiji 3 kg untuk menggoreng keciput dari pukul 6.00 – 15.00 WIB.
“Bedanya lumayan jauh, selisih sekitar Rp10 ribu kalau pakai tabung. Sehari goreng butuh enam tabung, kalau pakai kayu cuma butuh empat karung, panasnya juga lebih stabil pakai kayu,” ujarnya.
Saat ini, ia mengaku juga masih kesulitan untuk mendapatkan gas elpiji. Sehingga proses produksi Keciput buatannya, ke depan masih tetap menggunakan kompor kayu.
Berbeda dengan Mujianto, Mursid Al-Misbah (56) produsen kue larut di Desa/Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara terpaksa menghentikan proses produksinya karena tidak mendapatkan gas elpiji 3 kg.
Baca Juga: Empat Pemilik Tambak Udang di Karimunjawa Ditetapkan Jadi Tersangka
Untuk memanggang kue larut dengan jumlah adonan 91 kg, paling tidak ia membutuhkan tiga buah tabung elpiji setiap harinya. Ia mengaku, sebenarnya sudah memiliki pengecer gas langganan sehingga tidak mencari ke lain tempat.
“Kemarin sempet libur ngga bikin, karena ngga dapet gas. Sekali manggang paling ngga butuh tiga, kalau ngga dapat tiga ya ngga produksi daripada nanti habis di tengah produksi malah repot,” katanya saat ditemui di kediamannya.
Editor: Haikal Rosyada

