BETANEWS.ID, DEMAK – Sebagian warga Ngemplik Wetan, Kecamatan Karanganyar, Demak enggan mengungsi walau daerah tersebut dilanda banjir. Mereka enggan mengungsi karena rumah mereka masih bisa ditempati.
Sejak hari Jumat (09/02/2024) hingga Selasa (13/2/2024) terpantau air masih menggenangi wilayah Ngemplik Wetan.
Baca Juga: Korban Banjir Demak Mulai Selamatkan Motor yang Terendam Banjir Hampir Sepekan
Beberapa pos pengungsian juga didirikan di dekat wilayah yang terkena banjir. Bantuan logistik mulai dari pakaian bekas layak pakai hingga kebutuhan pangan lainnya juga tampak disana.
Meskipun begitu, beberapa warga memilih untuk tidak mengungsi di tempat pengungsian yang sudah disiapkan. Beberapa dari mereka memilih untuk tetap bertahan di rumah masing-masing.
Salah seorang warga asal Desa Ngemplik Wetan Rt01/02 yakni Abdul Malik (46) mengatakan beberapa warga memilih untuk tidak mengungsi dikarenakan merasa masih bisa bertahan hidup di rumahnya. Selain itu, karena melihat ketinggian air yang tidak begitu tinggi.
“Awalnya itu memang tidak percaya kalau akan datang banjir karena seumur-umur tidak pernah ada banjir disini. Sehingga, ada sekitar 12 kartu keluarga (KK) atau 25-30 orang yang memilih untuk tidak mengungsi. Orang bilang sesusah-susahnya kita lebih nyaman ketika di rumah sendiri,” jelasnya.
Sementara itu, mengenai bantuan logistik berupa mi instan hingga pakaian bekas layak pakai menurutnya sudah sangat cukup. Sebab menurut Abdul, banyaknya bantuan yang berdatangan dari para relawan dan donatur yang bersimpati terhadap kejadian banjir tersebut.
“Namun, yang sekarang banyak dibutuhkan adalah bantuan obat-obatan seperti minyak kayu putih, obat gatal, obat pegal, obat nyamuk, peralatan mandi, serta lilin karena saat malam hari gelap gulita disebabkan saluran listrik yang mati,” ucap Abdul.
Dia mengatakan, pada hari Minggu (11/02/2024) lalu beberapa tim medis sudah melakukan pemeriksaan di kampungnya. Namun, hingga hari ini belum ada lagi pemeriksaan dari tim medis. Sedangkan untuk bantuan makanan, Abdul menyebutkan pagi dan siang biasanya sudah mendapat jatah dari posko pengungsian utama sekitar.
Baca Juga: Update Banjir Demak: Surut 1 Meter tapi Jalan Pantura Masih Lumpuh
“Untuk jatah makan dan minum biasanya dapat dari posko pengungsian utama jaraknya sekitar 500 meter dari sini. Kemudian nanti kami ambil kesana,” tambahnya.
Abdul menambahkan untuk pos pengungsian utama sendiri ada di dua titik saja yaitu di Ngemplik Wetan Rw 01 dan di Rw 02. Namun, untuk tenda-tenda pengungsi tersebar di beberapa titik.
Editor: Haikal Rosyada

