BETANEWS.ID, KUDUS – Banner berwarna oranye bertuliskan Sego Mercon Mbk Risa terlihat di sisi Jalan Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Di sana, tampak dua orang perempuan tengah sibuk menyiapkan dagangannya. Dia adalah Risa (32), pemilik usaha, dan karyawannya, Irma.
Setelah menyiapkan dagangannya, tak lama kemudian terlihat salah seorang pembeli datang dan memesan makanan. Dengan telaten, tangannya meracik satu per satu menu yang telah dipesan oleh pembeli.

Di sela-sela melayani pembeli, Risa bersedia menceritakan usaha kuliner yang baru berjalan sekitar setengah tahun itu. Dirinya mengungkapkan, munculnya ide untuk berjualan sego mercon lantaran melihat belum banyak yang jual di Kudus. Sebelum memulai usaha sego mercon, Risa sudah lebih dulu membuka usaha kecil-kecilan yaitu katering makanan pada 2019 lalu.
Baca juga: Ditipu Rp100 Juta Tak Buat Sumiati Ambruk, Pilih Bangkit hingga Punya Warung yang Ramai Pembeli
“Saya dulu kan ibu rumah tangga, terus ingin punya penghasilan lah. Awalnya dulu buat sambal. Terus pas dijual kok banyak yang suka. Akhirnya coba-coba lah bikin menu harian seperti nasi dengan menu yang berbeda-beda. Promosi lewat Facebook dan WhatsApp Story, lama kelamaan kan orang pada tahu,” ungkapnya saat ditemui, Selasa 23/01/2024.
“Waktu itu laris manis, dikenal banyak orang, ya, dari mulut ke mulut. Dulu sampai dibela-belain antar pesanan dari rumah ke rumah. Kalau sekarang sudah nggak sanggup,” lanjutnya.
Beberapa tahun kemudian, Risa mencoba untuk membuka usaha warung makanan prasmanan di daerah Megawon. Namun, karena merasa penjualannya kurang bagus, setelah kontrak tempatnya selesai, dirinya memutuskan untuk pindah. Kemudian pada Agustus 2023, , dirinya kembali membuka usaha makanan yaitu sego mercon.
“Inspirasinya jualan sego mercon awalnya lihat di TikTok terus YouTube, kok di Jawa Timur banyak yang jualan sego mercon. Akhirnya cobalah buka di Kudus kayaknya masih jarang apalagi di daerah Museum Kretek,” ucap perempuan asal Jekulo itu.
Selama membuka usaha, dirinya mengungkapkan tak ada kendala yang cukup berarti hanya saja dirinya merasa kesulitan mencari karyawan yang jujur. Karena sempat dikhianati beberapa mantan karyawannya sendiri.
Editor: Ahmad Muhlisin

