31 C
Kudus
Minggu, Februari 15, 2026

Mengungsi di Warung Bakso, 50 Korban Banjir Karanganyar Demak Luput dari Bantuan

BETANEWS.ID, DEMAK – Sekitar 50 warga yang mengungsi di Warung Bakso Mbak Rika yang ada di Desa Undaan Lor, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak belum mendapat bantuan. Noor Afif (30), satu di antara pengungsi mengaku belum mendapat bantuan apapun. Bahkan dirinya mengaku jika hari ini belum makan.

“Lokasi tepatnya di sekitar tenggang Undaan Lor, sebelah pintu air irigasi persawahan. Yang ngungsi di sini ada warga Desa Ngemplik Wetan dan Desa Undaan Lor,” ungkapnya.

Baca Juga: Evakuasi Warga Korban Banjir Demak Terkendala Arus, 4 Perahu Relawan Sempat Terbalik

-Advertisement-

Ia juga membeberkan, karena belum mendapat bantuan, ada sekitar tujuh orang yang pergi meninggalkan tempat tersebut. Mereka memilih pergi ke tenpat saudaranya yang ada di Kudus.

“Tadi ada yang memilih pindah ke Kudus, ketempat saudara katanya. Kalau yang tersisa ini memang sodaranya ya orang sini juga, jadi memilih tinggal di sini,” beber Noor sapaan akrabnya, Jumat (9/2/2024) sore.

Karena banjir belum bisa diperkirakan kapan surut, ia berharap dari Pemerintah Kabupaten Demak bisa segera mengirimkan bantuan.

Diberitakan sebelumnya, Banjir di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak semakin meluas. Jumlah warga yang dievakuasi juga terus bertambah. Hasil dari tinjauan Bupati Demak Eisti’anah, saat ini para pengungsi masih kekurangan pakaian bersih dan selimut.

Eisti menyampaikan, sampai saat ini pihaknya mensuport ketersediaan logistik untuk para pengungsi korban banjir di Kecamatan Karanganyar, Demak. Pihaknya juga menyebut tersedia dapur umum yang bisa untuk layani para pengungsi di sana.

“Makanan terus kita support, di sini ada dapur umum. Ada dari Jepara dan dari Demak Kota juga kami membuka dapur umum yang akan kami distribusikan ke wilayah sekitar Kecamatan Karanganyar,” bebernya, Jum’at (9/2/2024) siang.

Salah satu pengungsi, Ahmad Habib mengaku, sejauh ini sudah mendapatkan logistik makanan dan obat-obatan di titik pengungsian yang ia tempati di Desa Trengguli, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak.

“Sampai saat ini ada bungkusan makanan dan obat-obatan yang didistribusikan. Sampai saat ini juga masih ada warga yang dievakuasi,” ungkap pria warga Desa Ngemplik Wetan RT 2 RW 2, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak itu.

Baca Juga: Logistik Aman, Pengungsi Banjir Karanganyar Demak Butuh Pakaian dan Selimut

Hal senada juga disampaikan warga di pengungsian jembatan Tanggulangin, yakni Siti Sholehah. Menurutnya, untuk logistik makanan hingga obat-obatan tercukupi di sana. Namun pihaknya menyampaikan, butuh pakaian untuk pakaian ganti. Sebab, selama ia di pengungsian, Siti hanya membawa pakaian yang dibawanya saja.

“Pakaian hanya bawa ini saja mas. Jadi tidak membawa pakaian ganti,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER