BETANEWS.ID, JEPARA – Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, mengatakan bahwa berdasarkan hasil survei internal, Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 akan berjalan dua putaran. Namun, pada pesta demokrasi tahun ini, pihaknya tidak berkoalisi untuk mendukung salah satu Pasangan calon presiden dan wakil presiden.
“Survei Partai Buruh secara internal (Pemilu) ada dua putaran, kita akan pertimbangkan itu. Tapi bagaimana (itu), nanti, nanti saja,” katanya dalam Kampanye Akbar Partai Buruh di Lapangan Mayong, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, Jumat (9/2/2024).
Lebih lanjut ia menjelaskan, terdapat tiga alasan mengapa Partai Buruh memutuskan untuk tidak berkoalisi. Alasan pertama yaitu sudah jadi keputusan partai; kedua, tidak ada partai politik yang mau bekerja sama atau tanda tangan kontrak secara tertulis dengan Partai Buruh untuk menghapus Omnibus Law atau Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker).
Baca juga: Jika Lolos Senayan, Partai Buruh Bakal Perjuangkan Kenaikan Upah yang Hanya Setarif Toilet
“Mereka (partai politik) tidak ada yang mau kontrak politik dengan Partai Buruh untuk mencabut Omnibus Law secara tertulis,” ungkapnya.
Sedangkan yang ketiga, menurutnya, tidak ada partai politik yang mau mendukung usulan Partai Buruh untuk menaikkan upah sebesar 15 persen.
“Mereka tidak mendukung kenaikan upah 15 persen,” ujarnya.
Meskipun saat ini Partai Buruh tidak berkoalisi dengan partai manapun dalam gelaran pesta demokrasi pada tahun ini, tetapi ia meyakini bahwa Partai Buruh mampu lolos di Senayan.
Sebab adanya dukungan dari empat konfederasi serikat pekerja terbesar di Indonesia, 50 Federasi serikat pekerja tingkat nasional, forum guru dan tenaga honorer, organisasi petani dan nelayan, buruh migran, serta Pekerja Rumah Tangga (PRT).
Baca juga: Tak Gentar di Kandang Banteng, Relawan Prabowo-Gibran Akan Birukan Jepara
Terlebih berdasarkan survei interal Partai Buruh kepada 8,1 juta buruh yang ada di Indonesia, 5,1 juta buruh mengaku akan memilih Partai Buruh. Belum lagi ketika digabung dengan para keluarganya, partai buruh mampu mengantongi 7,2 juta suara dari 8,1 juta buruh.
“Itu hasil survei sehingga ketemu elektabilitas partai buruh di angka 4,778 persen,” katanya.
Editor: Ahmad Muhlisin

