BETANEWS.ID, JEPARA – Sebanyak 700 orang mengikuti kampanye akbar Partai Buruh di Lapangan Mayong, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, Jumat (9/2/2024). Kegiatan tersebut merupakan kampanye partai buruh di Jawa Tengah, sebelum memasuki hari tenang.
Presiden Partai Buruh, Said Iqbal turut hadir dalam kampanye dengan ditemani beberapa Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah.

Dalam orasinya, Said Iqbal, mengatakan, berdasar survei internal Partai Buruh, elektabilitas partai berlambang tangkai padi dengan latar warna oranye itu ada di angka 4,778 persen. Dari hasil survei tersebut, ia meyakini bahwa partai buruh pada Pemilu 2024 nanti mampu lolos ke Senayan atau memiliki anggota di DPR RI.
Baca juga: Bawaslu Jateng Sudah Tangani 261 Dugaan Pelanggaran Pemilu 2024
“Survei internal, saat buruh ditanya apakah akan memilih Partai Buruh? hasil elektabilitasnya sudah 4,778 persen. Dengan demikian kami percaya Jateng akan menyumbangkan kursi DPR RI,” ungkapnya.
Ia sendiri menargetkan, Partai Buruh mampu memperoleh minimal 20 kursi dan maksimal 30 kursi di DPR RI. Untuk di Jawa Tengah, ia menargetkan dua kursi DPR RI.
Sedangkan untuk DPRD Provinsi, ia menargetkan tiga-empat kursi, dan untuk DPRD Kabupaten/Kota mampu membentuk fraksi. Target itu ia bebankan pada Jepara, Grobogan, Cilacap, dan Kendal.
Sebab menurutnya, beberapa Presiden RI selama ini banyak yang berasal dari Jawa Tengah, tetapi provinsi tersebut masih masuk ke dalam lima besar provinsi dengan jumlah angka kemiskinan tertinggi.
“Jadi apa manfaatnya rakyat mengusung presiden yang banyak berasal dari Jawa Tengah kalau mereka tetap miskin,” tegas Said.
Baca juga: Relawan Ndaru Targetkan Prabowo-Gibran Raup 60 Persen Suara di Jepara
Makanya, jika nantinya Partai Buruh mampu lolos ke Senayan, pihaknya akan memperjuangan kenaikan upah sebesar 15 persen. Sebab ia menilai, kenaikan nilai upah di beberapa kabupaten atau kota hanya Rp2.700 per hari. Nilai itu sama dengan biaya yang harus dikeluarkan seseorang saat mengggunakan fasilitas di toilet umum.
“Buruh di beberapa kabupaten/kota yang naik upahnya sehari Rp2.700, setarif toilet yang harganya Rp2 ribu,” ujarnya.
Selain persoalan buruh, ia juga turut menyoroti mahalnya harga pupuk dan benih bagi para petani, konflik agraria di Pegunungan Kendeng dan Daerah Wadas yang hingga kini belum juga selesai, serta persoalan kedalautan pangan.
“Itu semua akan menjadi tujuan partai buruh jika masuk ke Senayan,” katanya.
Editor: Ahmad Muhlisin

