BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah warga tampak ramai melihat kondisi air di Bendung Wilalung yang saat ini semakin tinggi. Intensitas hujan yang tinggi membuat debut air semakin tinggi, ditambah sumber air kiriman dari Bendung Klambu hingga saat ini yang mencapai 1100m³/detik per pukul 9.00 WIB, Rabu (7/2/2024).
Operasional dan Pemeliharaan (OP) Bendung Wilalung, Karno mengatakan, meski debit air di Bendung Klambu mencapai 1100m³/detik, namun kondisi di Bendung Wilalung saat ini menurutnya masih stabil dan aman.
Baca Juga: Masuk Fyp, Begini Serunya Pasar Imlek Kudus
“Saat ini statusnya masih awas, untuk air buangan dari arah Bendung Klambu pukul 8.00 WIB 1080m³/detik. Sedangkan elevasi tanggul di Bendung Wilalung saat ini di 23 sentimeter,” ungkap pria yang beralamat Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus itu.
Ia menjelaskan, dengan kondisi air buangan dari Bendung Klambu yang sudah mencapai 1100m³/detik itu, saat ini sudah dibuka full dengan 30 sentimeter ke arah Sungai Juwana. Penambahan bukaan pintu ke arah Sungai Juwana itu dilakukan sekitar pukul 4.00 WIB, Rabu (7/2/2024).
“Jadi penambahan pembukaan pintu di nomor 8 Bendung Wilalung terakhir ini sebesar 10 sentimeter. Sehingga saat ini total pembukaan pintu dibuka full, 30 sentimeter,” tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, menurut Karno, pembukaan pintu ke arah Sungai Juwana dilakukan sejak Senin dini hari, pukul 2.00 WIB di pintu nomor 8, dengan pembukaan 5 sentimeter. Sebab, di jam tersebut debit air sudah mencapai SOP, sehingga harus dilakukan pembukaan.
“Terus ada tambahan lagi dari bendung dumpil masih bertahan atau idem ditambah lagi dari hilir sampai sekarang dibuka 5 sentimeter lagi pukul 8.30 WIB. Jadi totalnya saat ini sudah dibuka 10 sentimeter ke arah Sungai Juwana. Sampai sekarang masih bertahap, kita lihat kondisi nanti situasi dan kondisinya,” tuturnya.
Baca Juga: Djarum Foundation Hijaukan 567 Hektare Bukit Patiyam Hanya dalam 4 Tahun
Ia menyebut, pembukaan ke Sungai Juwana itu sudah sesuai dengan aturan yang sudah disepakati. Sehingga dalam kondisi melebihi SOP, memang harus dibuka. Hal itu agar tidak membahayakan dan rawan jebol terhadap tanggul atau Sungai Lusi yang mengarah ke Demak.
“Saat ini di Bendung Wilalung tinggi jagaan 38 sentimeter. Artinya debit air hampir mencapai tanggul. Mudah-mudahan situasi dan kondisi debit air bisa turun dan kondisi aman terkendali,” jelasnya.
Editor: Haikal Rosyada

