BETANEWS.ID, DEMAK – Banjir di Kecamatan Karanganyar, Demak, yang diakibatkan jebolnya tanggul Dukuh Norowito, Desa Ketanjung, kali ini disebut banjir paling parah yang pernah dialami. Bahkan ketinggian air bisa mencapai 3-4 meter.
Siti Sholehah, salah satu warga terdampak banjir Karanganyar, Demak, menyampaikan, kondisi banjir yang melanda sejak Kamis (7/2/2024) itu sangat memprihatinkan. Bahkan jalur Pantura Kudus Semarang ataupun sebaliknya lumpuh total dengan ketinggian air yang mencapai 1,5-2 meter.
Baca Juga: Bupati: “Kami Sudah Kerahkan Nakes untuk Korban Banjir di Karanganyar Demak”
“Kalau ketinggian air di rumah saya saat ini sudah sampai atap. Ya untuk ketinggian air sudah 4 meter,” beber Siti, di posko pengungsian, jembatan Tanggulangin, Jumat (9/2/2024).
Dia pun tak menyangka banjir tersebut bisa sedalam dan setinggi itu. Sebab katanya, terakhir kali banjir di wilayahnya sudah lama sekali atau sudah 32 tahun silam. Itupun dengan ketinggian hingga lutut atau sekitar 50 sentimeter.
“Banjir di Karanganyar ini yang terbesar dari terakhir sejak 1992. Dulu tidak setinggi ini, bahkan mobil sampai kejebak dengan kedalam air yang tinggi. Saya tidak mengira bisa setinggi dan sedalam ini,” tutur warga Desa Karanganyar RT 10 RW 3, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak itu.
Karena awalnya dia tak menyangka, banjir yang masuk ke desanya semakin tinggi dan membuat dia harus meninggalkan rumah dan harta benda yang masih berada di rumahnya itu. Tanpa mengunggu evakuasi petugas, Siti dan keluarga kemudian menuju tempat yang lebih aman dengan menerjang banjir berjalan kaki, walaupun ketinggian air mencapai leher.
“Saya di sini (pengungsian) sejak Kamis sore sekitar jam 5. Karena air yang masuk ke rumah itu sangat cepat dan semakin tinggi. Barang berharga juga harus ditinggalkan dan tak terselamatkan. Yang penting menyelamatkan diri dulu,” ujarnya.
Baca Juga: Cerita Nahas Edi, Truk Mogok dan Seketika Terjebak Banjir di Jalan Pantura Demak
Warga lain, Harno, juga menuturkan hal yang sama seperti yang dikatakan oleh Siti. Menurut Harno, banjir yang ada di Karanganyar, Demak, kali ini yang terbesar yang pernah ada, tahun 1992 lalu. Dia juga tidak menyangka banjir bisa setinggi seperti saat ini.
“Pernah banjir dulu tahun 1992, tapi tidak setinggi sekarang. Dulu hanya selutut dan dua hari banjir sudah surut,” imbuhnya.
Editor: Haikal Rosyada

