BETANEWS.ID, JEPARA – Berdasar laporan data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jepara, 15 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dinyatakan sakit usai bertugas pada saat hari-H pemungutan suara, Rabu (14/2/2024).
Dari 15 KPPS, Sepuluh diantaranya sampai saat ini masih rawat inap di empat rumah sakit berbeda. Dengan rincian satu orang petugas KPPS dari TPS 24, Desa Reguklampitan, Kecamatan Batealit dirawat di RS PKU Muhammadiyah Mayong.
Baca Juga: Prabowo-Gibran Tetap Unggul di Pemungutan Suara Ulang Jepara
Sedangkan dua petugas KPPS dari TPS 12 Desa Mindahan, Kecamatan Batealit dan dari TPS 28 Desa Bawu, Kecamatan Batealit dirawat du RSUD Kartini, Jepara.
Lima petugas KPPS dari TPS 1 Kelurahan Saripan, Kecamatan Jepara; TPS 35 Desa Troso, Kecamatan Pecangaan; TPS 31 Desa Tubanan, Kecamatan Kembang; TPS 6 Desa Langon, Kecamatan Tahunan; dan TPS 16 Desa Damarjati, Kecamatan Kalinyamat dirawat di RS Graha Husada Jepara.
Sedangkan dua petugas KPPS lainnya dirawat di RS PKU Aisiyah Jepara yaitu petugas KPPS dari TPS 24 Desa Sekuro dan dari TPS 20 Desa Jambu Timur, Kecamatan Mlonggo.
Sedangkan empat petugas KPPS lainnya yang tadinya sempat dirawat inap, saat ini sudah diperbolehkan pulang dan satu petugas KPPS dari TPS 28 Desa Suwawal dirawat jalan.
“Untuk tindak lanjutnya, seluruh petugas KPPS biaya berobatnya sudah ditanggung dari BPJS Kesehatan dan status (BPJS)-nya juga aktif semua,” tulis Muhammadun, Komisioner KPU Kabupaten Jepara dalam pesan yang diterima Betanews.id, Senin (19/2/2024).
Selain itu, pada pagi tadi seluruh jajaran komioner KPU Kabupaten Jepara bersama dengan Kapolres Jepara, menjenguk petugas KPPS yang sampai saat ini masih dirawat.
Baca Juga: Kelelahan, Tiga Petugas KPPS Jepara Dirawat di Rumah SakitÂ
Suhartini (51), istri dari salah satu petugas KPPS yaitu Suhartono (52) yang dirawat di RS PKU Aisiyyah Jepara bercerita bahwa suaminya memiliki riwayat penyakit diabetes dan sebelum pelaksanaan pemungutan suara kondisi suaminya sudah dalam keadaan drop.
“Akhir bulan Januari itu periksa di rumah sakit, dikasih suntik insulin tapi suntik sendiri di rumah karena nggak rawat inap. Habis itu kan pemilu, tapi dia kan jadi KPPS. Mulai langsung ngedrop drastis ya selesai itu (penghitungan suara),” katanya.
Editor: Haikal Rosyada

