31 C
Kudus
Senin, Februari 26, 2024

Bantu Ekonomi Warga, Jamyadi Buat Tempat Penjualan Rambutan Terpusat di Pelang Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa petani membawa motor dengan keranjang berisikan rambutan ke pelataran rumah milik Jamyadi di Dukuh Pelang Karanganyar RT 5 RW 6, Desa Margorejo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Sambil menata dan mengikat rambutan, mereka tampak melayani sejumlah tengkulak yang akan membeli rambutan.

Tempat tersebut memang sudah dikenal banyak tengkulak dari berbagai daerah. Tak heran jika tempat tersebut kini menjadi jujugan saat sedang panen rambutan. Apalagi, buah rambutan yang berasal dari Dukuh Pelang Karanganyar itu diklaim rasanya enak.

Jamyadi mengakui, dulunya penjualan rambutan di desanya tidak terpusat seperti itu. Sebelumnya, warga menjual rambutan di depan rumah masing-masing.

Baca juga: Dikenal Penghasil Rambutan Enak, Dukuh Pelang Selalu Jadi Jujugan Tengkulak dari Berbagai Daerah

“Dulunya dijual di depan rumah, tapi tidak setiap hari. Jadi dulu jualnya pada saat Sabtu dan Minggu saja karena banyak wisatawan yang ziarah ke makam Sunan Muria,” ungkap pria yang berusia 72 tahun tersebut, Kamis (4/1/2024).

Dari situlah ia punya ide membuat tempat penjualan rambutan terpusat yang bisa berjualan setiap hari. Di tempatnya itulah para pembeli maupun tengkulak tidak kebingungan karena selalu ada rambutan.

“Jadi rambutan di sini sudah terkenal sejak 1960-an dengan rasanya yang enak, sehingga di sini menjadi jujugan para tengkulak hingga kini,” bebernya.

Baca juga: Yatim Piatu Sejak SMP hingga Putus Sekolah Tak Buat Ainur Putus Asa Cari Rezeki Halal

Ia menjelaskan, tempat yang kini menjadi jujugan itu mulai ada sejak 2014 lalu. Menurutnya, masyarakat sangat terbantu dengan idenya itu. Dengan adanya tempat itu, petani di desanya tak perlu repot menjual sendiri ke pembeli. Selain itu juga banyak membantu perekonomian bagi masyarakat setempat.

“Jadi seperti ini kan petani bisa setor rambutan ke sini, warga juga bisa mendapat uang dari kerja borong unting, dan tengkulak juga tak repot harus lobi satu persatu petani. Cukup di satu tempat mereka saling menghasilkan uang,” tuturnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

42,000FansSuka
13,322PengikutMengikuti
6,574PengikutMengikuti
129,000PelangganBerlangganan

TERPOPULER